350 Pelajar Berkompetisi dalam Ajang Festival Teknologi STIKOM Bali

0
318
Foto: Festival Teknologi atau Fasttekno 2017 yang diselenggarakan oleh senat mahasiswa STMIK STIKOM Bali

NTTsatu.com – DENPASAR – Sedikitnya 350 pelajar tingkat SMP dan SMA/SMK se-Jawa, Bali dan Lombok selama tiga hari (16-18 Maret 2017) berkompetisi dalam ajang  Festival Teknologi atau Fasttekno 2017 yang diselenggarakan oleh senat mahasiswa STMIK STIKOM Bali.

Ketua STMIK STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan ketika membuka Fasttekno 2017 mengatakan, ajang ini disediakan sebagai bagi para pelajar dan mahassiwa untuk berkompetisi dalam bidang teknologi informasi (TI).

“Dalam kehidupan ini persaingan dan kompetisi selalu ada. Oleh karena itu, generasi muda harus dilatih sejak dini agar terbiasa mengikuti kompetisi, sehingga siap terjun kemasyarakat dan bersaing secara global,” katanya.

Dadang Hermawan meminta para peserta untuk memanfaatkan ajang ini guna membuktikan kemampuan dalam penguasaaan TI.

“Keluarkan kemampaun Anda agar bisa menjadi juara. Berkompetisilah dalamn semangat fair play. Kalaupun belum saatnya juara, tidak perlu berkecil hati tapi persiapkan diri Anda lebih baik untuk mengahadapi Fastteko tahun 2018,” kata Dadang Hermawan, sambil meminta para juri untuk bertindak adil dalam menilai setiap lomba.

Ketua Panitia Fasttekno 2017 Gusti Ngurah Dwi Rama Mahendra didampingi Ketua Sema STIKOM Bali Luh Gede Budi Rahayu mengatakan,   ajang ini terbagai dalam dua kegiatan, yakni eksternal dan internal. Lomba eksternal melibatkan 350 pelajar SMP-SMA/SMK di Bali, Jawa dan Lombok memperebutkan 15 kategori untuk IT Competition IX. Sedangkan untuk internal mahasiswa STIKOM Bali yang berkompetisi dalam Gelatik VI atau Gelaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam 7 kategori lomba. Sehinga total  22 perlombaan.

“Event ini digelar sebagai wadah dan wujud kepedulian STMIK STIKOM Bali kepada generasi muda Bali khususnya dan generasi muda Indonesia terhadap pengetahuan mereka di bidang TI. Diharapkan para peserta mampu mengasah kemampuan IT mereka dalam rangka membangun teknologi nasional melalui aktivitas dan menunjukkan sikap dalam menghadapi persaingan MEA,” kata Rama Mahendara.

Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaaan Ida Bagus Suradarma, SE., M.Si yang membuka  Pameran IT dan IT Expo, menambahkan,      selain memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menghadapi persaingan ke depannya, event FASTTEKNO 2017 juga sebagai ajang pembelajaran bagi generasi muda sebelum terjun ke masyarakat dan dunia internasional. Sehingga, nilai kejujuran harus dikedepankan untuk mendukung demokrasi di Republik Indonesia ini, sehingga nantinya akan mampu memajukan dunia Teknologi Informasi Bali pada khususnya dan mampu berbicara banyak di level nasional.

“Kita ingin memasyarakatkan teknologi, sebab kita tahu bagaimana perkembangan teknologi memasuki segala segi kehidupan. Jadi kita sebagai sekolah teknologi IT memberikan wadah yang lebih banyak bagi genarasi muda untuk belajar teknologi,” imbuhnya.

Adapun kegiatan IT Competition tingkat SMP/SMA/SMK meliputi MS Word, MS Excel, MS PPT, cerdas cermat, mading, desain poster, desain animasi, pemrograman, desain blog, dan web desain. Sedangkan untuk Gelatik jenis perlombaaan adalah desain poster, pemrograman, networking, hacking, forensic, desain logo, dan perancangan system (rsn)

Komentar ANDA?