Masyarakat Demo Kantor PLN Kupang, PLN Dapat Hadia Krans Bunga

0
554

Krans Bunga untuk PLN sebagai tanda matinya nurani manajemen PT PLN

 

KUPANG, NTTsatu.com – Tindakan PT PLN yang melakukan pemadaman listrik tidak beraturan dan tidak terjadwal membuat warga Kota Kupang berang. Ratusan warga ota Kupang akhirnya melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PT PLN Cabang Kupang di Jalan Palapa, Selasa, (17/11/2015).

Para orator dengan tegas mengatakan, mulai besok (Rabu, 18/11/2015) warga Kota akan datang dalam jumlah yang lebih banyak dan siap menduduki kantor PLN hingga waktu yang tidak ditentukan.

“Kami akan datang membawa peralatan masak dan mandi dan siap menduduki kantor PLN,” tegas Sarah Lerry Mbuik.

Massa yang mendatangi kantor Cabang PLN Kupang membawa krans bunga sebagai simbol matinya manejemen PLN yang tidak berpihak kepada warga, massa berjalan kaki dari depan Kantor Pos Giro NTT menuju Kantor PLN area Kupang sambil melakukan orasi.

Orator utama, Sarah Leri Mbouik dalam orasinya, menuntut beberapa hal. Diantaranya, menuntut manejemen PLN Cabang Kupang untuk menghentikan pemadaman listrik secara sepihak dan sewenang-wenang, serta menjamin pemenuhan kebutuhan listrik bagi warga secara terus menerus sesuai standar mutu.

Massa juga menuntut penghentian pemasangan baru, terutama untuk kepentingan bisnis semisal hotel, ruko dan pusat perbelanjaan skala besar. Hentikan semua bentuk pemakasaan kepada pelanggan untuk lakukan migrasi dari meteran pasca bayar ke pra bayar.

Selain itu massa juga menolak program listrik pra bayar karena tidak layak teknis di NTT. Mendesak Kepolisian agar menyelidiki pelanggaran dan pengabaian terhadap hak-hak pelanggan, meminta DPRD NTT dan Kota Kupang untuk mengambil langkah demi kepentingan masyarakat NTT dan meminta BPK untuk melakukan audit investigatif dan audit forensik,  terkait pengelolaan keuangan di PT PLN Cabang area Kupang dan PLN Wilayah NTT.

Apabila pihak PLN tidak segera menanggapi hal ini, massa berjanji akan kembali melakukan demonstrasi besok dengan jumlah yang lebih banyak, hingga PLN mengabulkan tuntutan massa.

“Kalau mereka tidak indahkan, besok kami akan lakukan aksi dengan jumlah yang lebih besar, sampai PLN penuhi tuntutan kami,” tegas Sarah Lery Mbuik. (*/bp)

Komentar ANDA?