50 Guru PAUD Ikut Lomba Kreativitas

0
353

KUPANG. NTTsatu.com – Sebanyak 50 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengajar pada jenis layanan Taman Kanak- Kanak (TK) dan Kelompok Bermain mengikuti lomba kreativitas tingkat provinsi yang diselenggarakan Bidang PAUD dan PKLK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.

Kepala Bidang PAUD dan PKLK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Beni Wahon kepada wartaan di Kupang, Kamis (29/10) mengatakan, lomba itu diikuti para guru di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Selain para guru, juga digelar lomba kreativitas anak- anak PAUD yang jumlahnya sama, yakni 50 orang.

Beni mengatakan, lomba kreativitas guru dimaksud sebagai ajang unjuk kemampuan dan kreativitas guru, terutama membuat alat permainan edukatif berbahan alam dari bahan bekas. “Dalam lomba ini, kita menilai bagaimana para guru memanfaatkan alat- alat sekitar untuk bahan pembelajaran peserta didik di tingkat PAUD,” paparnya.

Beni menerangkan, sebenarnya lomba kreativitas guru dan anak- anak tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Gebyar PAUD tingkat Provinsi NTT yang diselenggarakan pada Rabu, 28 Oktober. Pelaksanaan kegiatan Gebyar PAUD itu dalam rangka mencapai pertumbuhan dan perkembangan terhadap anak usia dini. Dengan sebelas jenis kegiatan menyenangkan yang diperlombakan, diharapkan dapat melejitkan potensi kecerdasan anak. Kegiatan seperti ini sangat diperlukan mengingat PAUD dari tahun ke tahun, terus mengalami perkembangan pesat, setidaknya dilihat dari peningkatan satuan PAUD.

Ia menjelaskan, kegiatan Gebyar PAUD itu diikuti oleh 750 anak yang terdiri dari 650 anak dari Kota Kupang dan 100 anak dari Kabupaten Kupang. Jenis festival untuk TK meliputi menyanyi lagu wajib, dongeng, kecepatan menyusun huruf, meronce, lari menancapkan bendera, dan tari kreasi/tari tradisional/gerak dan lagu.

Sedangkan untuk Kelompok Bermain/PAUD terdiri atas lari memindahkan bola sesuai warna, mengelompokkan biji- bijian, bercerita dengan gambar, main lego, dan gerak kreativitas anak.

Beni mengungkapkan, walau peserta gebyar ini berasal dari lembaga PAUD dengan jenis layanan TK dan Kelompok Bermain, tapi telah ditetapkan batas usia. Untuk tingkat TK, batas usia minimum empat tahun dan maksimum 6, 5 tahun. Sedangkan jenis layanan Kelompok Bermain, usia yang ditetapkan yakni empat sampai enam tahun.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Frans Salem ketika membuka kegiatan gebyar PAUD dimaksud menyampaikan terima kasih kepada para guru, pengelola dan orangtua yang telah membekali pengetahuan anak- anak sejak usia dini. Karena itu diharapkan agar ketiga komponen dimaksud membangun hubungan yang harmonis ke depan, dalam membina anak- anak usiadini. Karena pembinaan yang dilakukan merupakan fondasi atau dasar untuk pendidikan anak- anak selanjutnya. (bp)

======
Foto: Kepala Bidang PAUD dan PKLK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Beni Wahon

Komentar ANDA?