Adrianus Satu Divonis Rendah, JPU Kejari Lembata Banding

0
163
Ilustrasi

KUPANG. NTTsatu.com – Merasa keputusan hakim pengadilan Tipikor Kupang atas terdakwa Adrianus Satu (sekretaris KPU Lembata) dan Maria Noviani Maharia (bendahara) terlalu rendah dari tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lembaga mengajukan banding.

Tuntutan terhadap kedua terdakawa dalam kasus dugaan korupsi dana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata tahun anggaran 2011 terlalu selama 3 tahun, namun hakim memutuskan penjara hanya 22 bulan untuk Adrianus Satu  sedangkan Mariana vonisnya 2 tahun.

Dedi Fajar Nugroho jaksa penuntut umun (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata beberapa waktu lalu di Kupang, akhirnya  secara resmi menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Kupang atas putusan hakim Pengadilan Tipikor Kupang,

Dedi Fajar kepada wartawan saat itu menegaskan bahwa JPU Kejari Lembata menyatakan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang untuk kedua terdakwa karena JPU dan hakim Pengadilan Tipikor Kupang berbeda pendapat.

“Kami beda pendapat dengan hakim pengadilan Tipikor Kupang. Putusan hakim sangat rendah jauh dari 2/3. JPU tuntut 3 tahun putusanya 1 tahun 10 bulan,”kata Dedi.

Alasan lain JPU menyatakan banding, lanjut Dedi, soal kerugian negara yang sangat berbeda dari fakta. Seharusnya uang pengganti kerugian negara itu sama dibebankan kepada kedua terdakwa Adrianus Satu dan Maria Noviani Maharia.

“Untuk kerugian negara hakim putus berbeda seharusnya kedua terdakwa dibebankan sama,”terang Dedi.

Sedangkan untuk terdakwa Maria Noviani Maharia materi bandingnya adalah soal uang pengganti kerugian negara. Untuk hukuman badannya sudah sesuai yang mana terdakwa divonis 2 tahun penjara dari tuntutan JPU yakni 3 tahun.

“Kami JPU Kejari Lembata sudah serahkan memori bandingnya ke Pengadilan Tipikor Kupang,” ujar Dedi.

Sebelumnya diberitakan,  terdakwa Adrianus Satu selaku mantan sekretaris KPU Kabupaten Lembata dan Maria Noviyani Maharia selaku mantan bendahara pengeluaran pada KPU Kabupaten Lembata sampai pada tahap akhir yakni putusan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan itu dipimpin hakim ketua, Fransiska Paula Nino didampingi hakim anggota, Ibnu Kholiq dan Yelmi. Hadir oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kabupaten Lembata,  Dedy Fajar Nugroho. Kedua terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Luis Balun. Sidang digelar pada, Rabu (23/11) di Pengadilan Tipikor Kupang.

 Adrianus Satu divonis penjara selama 1 tahun 10 bulan (22 bukan), denda sebesar Rp 50 juta subsidair 1 bulan kurungan dan uang pengganti sebesar Rp 143. 443.871 dan untuk terdakwa Maria Novyria Maharia selama 2 tahun, denda Rp 50 juta subsidair 1 bulan kurungan. Kedua terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti (UP) masing-masing senilai Rp 129 juta. (rdm/bp)

Komentar ANDA?