Advetorial: GELIAT HARI NUSANTARA DI BUMI LEMBATA

0
223
Foto: Gubernur NTT, Frans Lebu Raya Ketika Meninjau Lokasi Harnus di Pelabuhan Laut Lewoleba

Advetorial

Dalam hitungan jam, Bapak, Drs. Sinun Petrus Manuk, seusai dilantik menjadi Penjabat Bupati Lembata  25 Agustus 2016 oleh Gubernur NTT Bapak Frans Lebu Raya,pihaknya mengambil keputusan cepat. Memastikan Lokasi Puncak Perayaan Hari  Nusantara (Harnus) akan  berlangsung di Pelabuhan Laut Lewoleba, bukan di kaki Bukit Doa Watomiten,Desa Bour,Kecamatan Nubatukan.

Penetapan ini tentu bukan tanpa alasan mendasar. Keputusan ini berdasarkan hasil survey oleh Tim TNI Angkatan Laut,Tim Kemendagri dan Tim Pemkab Lembata. Lokasi itu lebih representatif dan didukung semua pihak, dan bukan untuk dipolemikan. Apa dan bagaimana geliat persiapan Harnus di Bumi Lembata, ikutilah laporan, Karel Burin, Kabag Humas dan Teknologi Informasi Setda Lembata berikut ini.

                                                                                                       ***

 “Sesuai rencana puncak penyelenggaraan Harnus akan dihadiri orang nomor satu negeri ini, Bapak Joko Widodo, Presiden RI dan Ibu Negara. Bukan itu saja, para Gubernur, Meteri, Pejabat Eeselon l Kementerian, Bupati/Walikota se-Indonesia dan sekitar 3000 undangan/ tamu lainnya akan hadir.Panitia Provinsi NTT menyediakan biaya pembelian kain tenun ikat sebanyak 100 unit untuk Presiden dan ibu serta para pejabat. Untuk hal ini, Panitia Kabupaten diminta menyediakan tenun ikat motif Lembata yang bagus. Kain tenun ini akan dikirim ke alamat pejabat masing-masing untuk dijahit sebagai baju motif daerah yang nantinya dipakai pada saat acara puncak Harnus. Presiden dan Ibu, serta para Gubernur dan ibu dicarikan yang seragam,”ungkap Pieter Manuk.

Beberapa kegiatan telah dirancang, antara lain,pameran diagendakan oleh Panitia Pusat dari tanggal 9 Desember sampai dengan 13 Desember 2016. Kegiatan yang dilaksanakan adalah,Pameran Nusantara Expo. Untuk kesuksesan  kegiatan ini, Panitia Provinsi NTT sudah menyurati para Bupati/Walikota di NTT, 16 Juni 2016 untuk berpartisipasi, dibawah kendali “Event Organizer”. Menurut Pieter Manuk, ada pula kegiatan seminar. Untuk sementara, seminar diselenggaran dua kali dengan mengusung dua tema. Lokasi seminar di Kupang dan Lembata.Di Kupang membicarakan tentang Hukum Laut, dikoordinasikan oleh Kementeria Luar Negeri. Sementara di Lembata telah diselenggarakan Seminar Internasional “Ikan Paus” bertemakan “ Penguatan Budaya Maritim (Budaya Lefa Masyarakat Adat Lamalera) Menuju Pengembangan Destinasi Wisata Bahari Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Keberlanjutan Sumber Daya”. Seminar Internasional Ikan Paus  dibawah koordinasi Komenko Maritim, dan dibiayai  dana APBN berlangsung sukses yang dibuka secara resmi oleh Penjabat Bupati Lembata, Drs. Sinun Petrus Manuk mewakili Gubernur NTT.

Direncanakan pada 10 Desember 2016, dibawah kendali Kementerian Kesehatan dan BKKBN, diserahkan bantuan berupa bantuan alat kotrasepsi, umbul-umbul, baju kaos serta pelayanan papsmir dan vasektomi di Lewoleba. Sedangkan dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan penyerahan sertifikat Sehat Nelayan sebanyak 100 sertifikat, pemberian Kartu Sehat sebanyak 1400 sertifikat, bantuan benih Kakap Putih dan Bawal Putih , bantuan Keramba Jaring Apung sebanyak 32 lubang kepada nelayan Lembata, bantuan Kapal Mina Maritim sebanyak 3 unit, pemberian Kartu Nelayan sebanyak 163 katu.Ada pula, gerakan bersih pantai dan laut dimotori Kemendagri dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan titik lokasi di wilayah Kecamatan Nubatukan.

Penjabat Bupati Lembata, Pieter Manuk juga menuturkan, ada pula rangkaian kegiatan olahraga pantai dan perlombaan dikendalikan oleh TNI Angkatan Laut, dengan jenis kegiatan antara lain,lomaba renang di laut 300 meter, lomba layar perahu tradisional, lomba dayung, dan volley pantai. Parade kapal juga akan dilakukan TNI AL dengan menyiapkan kapal, dan parade kapal tradisional (Sailling Pass) dan penerjunan. Panitia Provinsi akan menyiapkan kapal tradisional 3 GT sebanyak 100 unit untuk mendukung lomba sailing pass.

Menurut Pieter Manuk, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya telah menyurati para Bupati Flores Timur,Bupati Sikka, dan Bupati Alor untuk melibatkan kapal-kapal nelayan diatas 10 GT mengikuti parade kapal dimaksud. Konsekuensi dari undangan ini, tutur Pieter Manuk, panitia provinsi menyiapkan biaya untuk BBM. Selain itu, ada kegiatan pemberian Penghargaan Adi Bhakti Mina, Bahari KKP,juara lomba masak serba ikan tingkat nasional , pemberian penghargaan kepada Nakhoda Kapal Pengawas Berprestasi, Penghargaan Penegakan Hukum di Laut,PPNS teladan, Polhus PW3K dan Pengawas Perikanan, Satya Lemcana Wira Nusa dan Wira Dharma,dan Dharma Pertahanan.

Sebuah terobosan speltakuler Pemda Lembata, telah menerbitkan sebuah buku bertopik, Tapak Makna Hari Nusantara, Menuju Lembata Tuan Rumah Harnus ke-16 Desember 2016, yang ditulis Gerardy Tukan, Dosen Unwira Kupang dan Komponis Hebat asal Lembata. Buku yang kaya referensi tentang Sejarah Harnus itu telah diluncurkan oleh Penjabat Bupati Lembata, Drs. Sinun Petrus Manuk, 10 November lalu di Hotel Palm Indah Lewoleba. Ini sebuah Model Publikasi ilmiah yang digagas panitia Bidang Humas Protokol, Dokumentasi dan Publikasi.

Menyadari betapa pentingnya publikasi, maka langkah   kerjasama dengan sejumlah Media massa mutlak dilakukan  justeru telah menggaungkan hajatan nasional Penyelenggaraan Harnus di Lewoleba Lembata menggema di seantero jagat Nusantara bahkan “Go Internasional” dengan aneka berita, feature dan jurnal tentang potensi pariwisata dan terobosan pembangunan di Lewotana Lembata. Media Massa ibarat Jendela Dunia, yang memungkinkan Lembata dikenal dunia Internasional. Karena itu, sungguh wajar jika panitia saat ini menyediakan ruang khusus “Media Centre” bagi para wartawan Peliput Harnus di Pelabuhan Lewoleba. Ditempat itulah bakal menjadi catatan historis, bahwa Presiden RI, Joko Widodo akan menggelar Konferensi Pers tentang berbagai hal kepada para wartawan untuk semakin menggaungkan Lembata ke seluruh penjuru dunia. Selamat datang Bapak Jokowi ke Tanah Lembata, membangun Poros Maritim Dunia.***(Karel Burin/Advetorial)**

Komentar ANDA?