Advetorial : KETIKA IKAN LEMBATA MENEMBUS AMERIKA

0
1631
Potensi Ikan di Lembata yang sangat melimpah

GELIAT ekonomi Lembata kian tumbuh. Ruang investasi  kini terbuka.Investor mulai mengembangkan sayap usahanya di Bumi Lembata. Betapa tidak. Industri Pengolahan Ikan di Waijarang , Pabrik Es dan Pabrik Tepung Ikan di Hukung, Kecamatan Lebatukan telah dibangun dan beroperasi. Iklim usaha ini tercipta karena Pemda Lembata dibawa kepemimpinan “Lembata Baru”, duet Bupati, Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati, Viktor Mado Watun memberi  ruang  dan angin segar investasi bagi investor.

Buktinya, PT. Emas Ikan Samudera Indonesia (Eisindo), dibawah Pimpinan Direktur Utama, Muhammad Junaedi mulai berkprah di Tanah Lomblen. Bahkan, kehadiran Perusahan Pengolahan Ikan itu telah menghasilkan kualitas  produk  ikan eksport menembus Amerika Serikat. Proses Investasi hingga Ekspor Ikan ke manca negara ini tidak mungkin sukses tanpa dukungan dan kerja keras sang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata, Athanasius Aur Amuntoda beserta jajarannya. Ikutilah, laporan Karolus Kia Burin,Kabag Humas  Setda Lembata berikut ini.***

 

Menariknya, ketika dilakukan ekspor perdana ikan Sardenella Longicep atau Lamuru yang lazin disebut Ikan Temi (Tembang Minyak) oleh PT. Emas Ikan Samudra Indonesia (17/3-2016) silam, dihadiri dan dilepas secara resmi oleh Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia (Dekin), Dr. Aryo Hanggoro dan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur setelah melalui proses serimonial ritual adat oleh seorang tokoh adat dengan golek oto (jalan keliling mobil)  sebanyak 8 kali yang mengangkut komoditi ekspor tersebut  sambil membawa sebuah kelapa muda. Lalu kelapa muda itu dipecahkan, airnya disiram kearah kendaraan truk oleh Aryo Hanggoro, diikuti Bupati Sunur dan Kapolres Lembata, AKBP Wresni Nugroho. Serimonial adat itu dipandu, Linus Beseng, tokoh budaya dan mantan anggota DPRD Lembata.

“Potensi perikanan Lembata luar biasa. Aneka jenis ikan ada disini. Tidak ada salahnya jika saat ini investor melirik komoditi ini. Lembata patut berbangga hari ini melakukan ekspor perdana ikan ke manca negara, Amerika yang merupakan catatan sejarah babak baru dimulainya era perdangan internasional ,”ungkap Sekretaris Dekin,Aryo Hanggono.  Pihaknya mengingatkan, managemen PT. Emas Ikan Samudera Indonesia agar menjaga mutu produk ikan. Hal ini menjadi sangat penting karena kita menjaga kualitas ekspor ke dunia internasional.

Aryo Hanggoro yang juga pejabat pada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI itu, bahkan mengingatkan masyarakat  Lembata menjaga perairan laut dari aspek kebersihan dan lingkungan hidup disekitarnya. Pola penangkapan ikan dengan cara bom dan racun merupakan tindakan yang tidak pantas dilakukan karena merusak lingkungan dan biota laut. Ekspor perdana ini harus dijaga kesinambungannya. Apalagi  ekspor ikan ini tidak hanya ke Amerika, tapi juga ke beberapa negara lainnya. Ketersediaan produksi harus stabil dan kontinuitas tetap diperhatikan oleh managemen perusahaan.

“Ekspor perdana ikan ke Amerika merupakan catatan sejarah yang spektakuler. Ini bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata memberi angin segar bagi investor melakukan investasi disini. Hadirnya perusahaan ikan didaerah ini sangat membantu para nelayan kita. Karena hasil tangkapannya langsung dibeli perusahan. Masyarakat nelayan makin sejahtera”, ujar Bupati Sunur.

Kita patut berbangga, demikian Sunur, produk ikan Lembata dapat menembus Amerika yang merupakan negara Adidaya yang sangat maju di segala bidang. Amerika justeru sangat menekankan persyaratan dan kualitas  dalam kanca perdagangan dunia.Ternyata hasil produk ikan dari Lembata dinikmati juga di Amerika. Artinya, perusahan ikan ini telah memenuhi  standart syarat dan kualitas ekspor yang tak diragukan lagi.

Direktur Utama PT. Emas Ikan Samudera Indonesia, Muhammad Junaedi, mengatakan apresiasi  dan terima kasih kepada Pemda Kabupen Lembata dan pihak lainnya, khususnya para nelayan. Karena atas dukungan dan sumbangsihnya sehingga produk pabrik kami berjalan lancar. Sang Dirut Eisindo juga menggambarkan perusahan pengolahan ikan dan kapasitas produksinya.

Muhammad Junaedi menjelaskan, industri pengolahan ikan ini berupa Pabrik Coldstorage ini meproduksi ikan dari terkecil yaitu Sardinella Longicep atau Lenguru atau lazim disebut Ikan Temi (Tembang Minyak) sampai ikan yang besar  seperti Yellofin Tuna. Sebelumnya ikan jenis Pelagic atau permukaan menjadi pengembangan tahap yang kedua.Tetapi karena musim ikan tidak dapat diprediksi sehingga perusahan mengembangkan market  berdasarkan ikan yang musim saat ini.

“ Alhamdulillah kami dapat kotrak tiga bulan dari pembeli Amerika sebanyak 200 ton untuk ikan Sardenella longicep yang mendai ekspor perdana. Selain itu, kami juga melakukan kontrak dengan negara lain. Yakni Jepang, Vietnam, Mauritius untuk produk ikan Tuna, Fillet,ikan dasar, Gurita dan ikan Terbang,”ujar Junaedi.

Junaedi mengatakan , pihaknya  juga berterima kasih kepada Pemerintah Pusat, dengan adanya program Tol Laut lewat pelayaran kapal Pelni yang dapat dimanfaatkan mengangkut komoditi produk ikan ke Surabaya yang selanjutnya di ekspor ke manca negara. Dengan adanya Tol Laut ini, kami berencana melakukan pengembangan tahap kedua karena permintaan  para nelayan, khususnya penangkap ikan Layang dan ikan Cakalang dengan tonase sangat besar agar dapat diangkut oleh kapal Tol Laut dimaksud.

Sedangkan untuk Pabrik tepung Ikan, ungkap Junaedi, masih dalam proses produksi. Proses produksinya menggunakan steam untuk memasaknya. Di pabrik ini ada dua produk yang dihasilkan yaitu, Tepung Ikan (Fish Meal) dan Minyak Ikan (Fish Oil) dimana produksinya  70 % menggunakan mesin. Pabrik Tepung Ikan ini kapasitasnya bisa mencapai 40 Ton perhari . Hal ini bisa dilakukan apabila para nelayan Lembata memasok ikan ke pabrik ini, dan dijamin tidak membuang lagi hasil tangkapan seperti tahun sebelumnya.

Menurut Junaedi, dengan adanya dua perusahan ini dipastikan dapat menyerap 85 % tenaga kerja dari Lembata dan tenaga ahli dari luar. Perusahan juga dapat memberikan pelatihan bagi tenaga kerja lokal agar mengoperasikan mesin produksi yang ada dan bagaimana memproduksi kualitas ikan yang baik.

“Seluruh produk yang kami hasilkan ini membawa nama baik Kabupaten Lembata. Mengharumkan Lembata ke Manca Negara  melalui ekspor ikan. Karena itu, kami mengharapkan peran semua pihak menjaga kualitas dan kelancaran bahan baku. Dukungan dan kerjasama dari Pemda Lembata sangat diharapkan. Betapa tidak. Pabrik Tepung Ikan ini produknya selain diekspor, tapi juga dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pakan ternak”, harap Junaedi.

Akhirnya nama Lembata kian berkibar. Geliat ekonomi rakyat mulai tumbuh. Kesejahteraan masyarakat meningkat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) bertambah. Karena hasil produksi ikan Lembata menembus dunia, merajai perdagangan Amerika.***(Karolus Kia Burin)***

Komentar ANDA?