Agus Marah Margriet Saat Rekonstruksi Pembunuhan Angeline

0
148

NTTsatu.com -Reka ulang atau rekonstruksi  pembunuhan Angeline kembali digelar pada Senin (6/7). Dari pagi TKP pun sudah disesaki oleh warga yang ingin melihat langsung para tersangka dan jalannya rekonstruksi. Rencananya rekonstruksi dilakukan pada pukul 09.00 WITA, namun rencana itu molor lantaran kuasa hukum Margriet, Hotma Sitompul belum hadir.

Margriet dan Agus tiba di lokasi secara bersamaan tapi dengan menggunakan kendaraan berbeda. Mereka mendapat pengawalan yang sangat ketat. Hal itu dilakukan untuk menjaga keselamatan keduanya dari amukan massa yang geram atas perbuatan kejinya terhadap Angeline.

Saat tiba, Margriet dan Agus tak luput dari caci maki ratusan warga Denpasar. “Pembunuh..pembunuh..,” teriak ratusan warga yang berusaha meringsek masuk barisan 1 Kompi sabhara dari Polresta Denpasar, Senin (6/7).

Rekonstruksi pun baru dimulai pada pukul 10.10 WITA. Adegan demi adegan dilakukan sesuai dengan BAP. Peran Angeline diperankan oleh seorang anak penyidik.

Namun sayang yang ditunggu-tunggu yaitu Margriet ogah menjalankan perannya. Perannya digantikan oleh penyidik perempuan. Tapi wanita 60 tahun itu tak membantah semua yang diperagakan dalam rekonstruksi.

Hanya saja ada adegan yang membuat Agus naik pitam terhadap Margriet. Dia menyebut Margriet bohong ketika dalam adegan dirinya sudah berdiri di depan kamar Margriet. Padahal, menurut Agus, dia dipanggil Margriet dan melihat bocah manis itu tergeletak tak berdaya.

Berikut kemarahan Agus kepada Margriet saat jalani rekonstruksi:

  1. Rekonstruksi, Agus emosi banting tiang dan sebut Margriet pembohong

Agustinus Tay Adamai pemuda 25 tahun asal Sumba Timut NTT, sempat membanting tiang kayu di hadapan mantan majikannya, Margriet saat rekonstruksi tadi Senin (6/7). Itu dilakukan Agus karena emosi dipandang sinis oleh Margriet.

Emosi Agus terjadi ketika adegan Agus yang menyebutkan saat itu dipanggil oleh Margriet dari dalam kamar. Saat itu saja, Margriet mengaku bahwa dirinya tidak pernah memanggil, kemudian kembali terdiam sambil menatap sinis Agus.

Hal itu dituturkan Haposan Sihombing, Kuasa hukum Agus. Kemarahan Agus tumpah saat mempraktikkan adegan di mana Margriet memanggil Agus untuk masuk ke dalam kamar Margriet.

“Tadi waktu adegan sempat berselisih pendapat sedikit antara Margriet sama Agus. Agus emosi banting tiang rumah bilang (ke Margriet) kau pembohong,” kata Haposan.

Kekesalan Agus memuncak lantaran menyebut jika ia dipanggil ke dalam kamar oleh Margriet. “Agus bilang dia dipanggil ke dalam kamar oleh Margriet. Agus ke luar dan masuk ke kamar Margriet melihat Angeline sudah tergeletak,” katanya.

Kala itu, Agus melihat Angeline tengah dijambak rambutnya dan kepalanya dibanting ke tembok dan lantai oleh Margriet. Sementara Margriet tak mengaku memanggil Agus. Margriet menyebut jika kala itu Agus sudah berdiri di depan kamarnya.

“Tapi Margriet bilang dia tidak manggil. Margriet mengatakan bahwa dia melihat Agus lagi berdiri depan kamarnya. Pada saat itulah Agus membanting tiang dan mengatakan kamu jangan jadi pembohong kepada Margriet,” pungkas Haposan.

2.Dalam rekonstruksi Agus dan Margriet saling pandang

Ada suasana menggelitik pada reka ulang kejadian (rekonstruksi) yang diperankan tersangka Agus dan Margriet di Jalan Sedap Malam nomor 26, Denpasar.

Kuasa hukum tersangka Agus, Hotman Paris Hutapea menjelaskan dalam adegan sementara di kamar Margriet, sempat melihat kliennya dipandang secara tajam oleh mantan majikannya itu. Mendapat tatapan sinis, Agus pun ikut menantang tatapan Margriet.

“Di dalam kamar tadi mereka (Agus dan Margriet) sempat saling pandang. Tidak lama sih,” ucap Hotman sambil tersenyum.

Kata Hotman, menyaksikan reka ulang di dalam rumah dan kamar Margriet adalah bagian terpenting yang dia ingin lihat. Begitu adegan beralih menuju ke pekarangan, Hotman dan Haposan langsung keluar rumah dan menghampiri para wartawan.

Hotman mengaku sempat tersenyum melihat adegan bekas majikan dan pembantu itu dipertemukan dalam jarak dekat. “Jaraknya sekitar dua meter, saling pandang,” kata Hotman di lokasi.

Dalam jarak dekat itu, Agus dan Hotman dijaga ketat aparat kepolisian. “Margriet dijaga Polwan. Agus juga dijaga penyidik pria,” katanya.

Sementara itu, rekonstruksi yang sedianya dijadwalkan pukul 09.00 WITA molor hingga batas yang belum ditentukan. Gara-garanya adalah kuasa hukum Margriet, Hotma Sitompul belum tiba di lokasi.

Namun rekonstruksi tetap dijalankan pada 10.20 WITA, tanpa Margriet didampingi kuasa hukumnya. Dan akhirnya dihentikan untuk menunggu kedatangan Hotma Sitompul.

“Kita hanya kepanasan saja di dalam. Masih menunggu kuasa hukum Margriet katanya. Pesawatnya terlambat, apalagi ada kemacetan di bandara. Jadi, kita masih tunggu nih,” pungkas Hotman.

3.Selama rekonstruksi, Margriet cuma nonton ogah memperagakan perannya

Kendati sudah didampingi oleh kuasa hukumnya, wanita berumur 60 tahun ini memilih bungkam dan menyaksikan setiap adegan baik yang melibatkan dirinya maupun yang harus diperankan olehnya.

“Selama reka ulang, adegan yang seharusnya diperankan oleh Margriet tetapi tidak dilakukannya. Adegan untuk Margriet diperankan orang lain,” terang pengacara Agus, Hotman Paris Hutapea.

Dikatakan Hotman, sikap Margriet yang enggan melakukan reka ulang dinilainya sebagai penolakan kendati mau untuk dihadirkan. Namun soal itu dianggap sah atau menghambat jalannya rekonstruksi, katanya adalah kewenangan dari penyidik.

“Intinya Margriet dalam reka ulang di dalam (rumah Margriet) hanya menyaksikan saja, tanpa komentar atau membantah,” pungkasnya.

4.Kepala Angeline pecah akibat rambut dijambak & dibenturkan ke tembok

Dari 81 adegan yang direncanakan, pada adegan 50 an diperagakan saat bagaimana Angeline tewas dianiaya. Adegan pembunuhan ini disaksikan Hotman Paris berdasarkan berkas acara dari kliennya Agus.

Hotman mengatakan, tindak kekerasan yang terjadi pada rekonstruksi di dalam rumah Margriet dilakukan pada adegan ke 50 hingga 58. Dimana saat Angeline dipukul hingga akhirnya dijambak rambutnya dan dibenturkan ke dinding tembok.

Adegan kekerasan yang dilakukan Margriet diperankan oleh penyidik wanita berdasarkan keterangan BAP. Margriet yang menyaksikan adegan tersebut tidak membantah sama sekali.

“Tersangka Margriet diam saja tanpa komentar. Jadi apa yang diterangkan oleh klien saya (Agus) bisa dikatakan sesuai dengan apa yang tertera dari BAP. Adegan Margriet diperankan oleh penyidik disaksikan oleh Margriet dan Margriet tidak membantah,” ucap Hotman.

Kata Hotman, dengan menyaksikan selama reka ulang dari awal hingga adegan ke 60. Kesan Margriet yang sebelumnya dikatakan sangat temperamental, namun saat rekonstruksi nampak diam dan tenang.

” Margriet tidak emosional, dia menyaksikan adegan dirinya diperankan orang lain tanpa membantah,” ujar Hotman.

Hotman memastikan bahwa Angeline terkapar di lantai saat kepalanya dibenturkan ke tembok. Cara membenturkan dalam adegan dengan menarik rambut Angeline dan dihantamkan ke tembok. (sumber merdeka.com)

Komentar ANDA?