Air Danau Kelimutu Ende Berkurang, Pemprov NTTHarap Dukungan Kementerian LHK Untuk Riset 

0
510
NTTsatu.com — KUPANG — Debit air pada kawah danau Kelimutu menurun. Penurunan debit air yang berpengaruh pada penurunan permukaan air danau tersebut telah berlangsung sejak awal Mei 2021 lalu.  Penurunan debit air itu terjadi di kawah Danau Tiwu Ata Mbupu satu dari tiga danau di Taman Nasional Kelimutu.

 

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Ardu Jelamu Marius mengatakan, penurunan debit air di danau yang dikenal sebagai danau orang tua itu menyebabkan menurunnya permukaan air di kawah danau hingga 5 meter.

“Saat ini ada sedikit perubahan di salah satu danau di Taman Nasional Kelimutu. Salah satu danau permukaan air turun hingga 5 meter,” ujar Ardu Jelamu saat memberi keterangan pers kepada wartawan di kantor Gubernur NTT, Rabu, 9 Juni 2021.

Menurut Ardu Jelamu, fenomena yang terjadi di danau yang menjadi salah satu destinasi unggulan NTT itu harus dijelaskan secara ilmiah melalui riset atau penelitian.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT itu menyebut riset ilmiah itu akan menjelaskan faktor penyebab penurunan debit air dan permukaan air di kawah danau Tiwu Ata Mbupu itu.

“Tentu ini membutuhkan kajian ilmiah apakah ada hubungan antara pemboran geothermal Sokoria dengan penurunan permukaan air di danau kelimutu,” kata dia.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Ardu Jelamu, berharap mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk riset

“Kita harapkan kementerian LHK untuk bisa mendukung Balai Taman Nasional Kelimutu dalam hal ini geolog dan vulkanolog untuk riset ilmiah tersebut,” kata Ardu Jelamu.

Ia menyebut penurunan debit dan permukaan air danau yang mencapai 5 meter itu cukup besar.

Namun terkait penjelasan Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu soal faktor curah hujan belum bisa dipastikan. Pasalnya, menurut Ardu Jelamu, penurunan debit hanya terjadi pada satu kawah danau saja dari tiga kawah.

Karena itu, pemerintah Provinsi NTT mengharapkan Menteri LHK Siti Nurbaya mendukung upaya riset tersebut. Pasalnya, Danau Kelimutu  merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal dan telah menjadi branding pariwisata NTT yang menjadi sumber pendapatan ekonomi bagi masyarakat.

Kehadiran danau kelimutu, jelas Ardu Jelamu, telah menggerakkan ekonomi wilayah. Karena semakin banyak wisatawan yang berkunjung maka semakin banyak pula pendapatan negara bukan pajak yang bisa meningkatkan perekonomian.

“Kita harapkan ada intervensi pendanaan kementerian bersama dengan para geolog dan vulkanolog untuk melakukan riset ilmiah sehingga masyarakat bisa mengetahui kenapa terjadinya penurunan,” pungkas Ardu Jelamu. (*/gan) 

Komentar ANDA?