Akan Ada Tersangka Baru Kasus Lando- Noa Manggarai Barat

0
267
Foto: Petrus Salestinus, Koordinator TPDI

NTTsatu.com – RUTENG – Pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat ( Mabar) Subekhan memberi signal untuk menambah “tersangka baru” dalam kasus dugaan korupsi Proyek Jalan Lando Noa, Kecamatàn Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Tahun Anggaran 2014 senilai Rp 4 miliar.

“Tergantung fakta-fakta baru yang muncul dalam pemeriksaan persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang, terhadap Terdakwa Agus Tama  (Kepala Dinas PU), Jimi Ketua (Pejabat Pembuat Komitmen) dan Vincent (Kontraktor Proyek Jalan Lando-Noa), yang dalam waktu dekat akan memasuki acara pemeriksaan Terdakwa, setelah sebelumnya beberapa Saksi Fakta di bawah sumpah (Agustinus Ch Dula, Mateus Hamsi, Ovan Adu, Vinsen Novela dkk.) sudah diperiksa,” kata  Petrus Salestinus kordinator TPDI kepada NTTsatu.com , Jumat (25/8).

Dia mengatakan Pandangan Kajari Manggarai Barat, Subekhan akan ada penambahan tersangka baru pasca pemeriksaan terdakwa, merupakan strategi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara korupsi proyek Jalan Lando-Noa, yang mengadopsi strategi Jaksa KPK dalam penuntutan perkara korupsi, dengan mengajukan terlebih dahulu satu atau beberapa pelaku korupsi ke persidangan Pengadilan Tipikor.

“Seperti halnya terhadap Terdakwa Agus Tama, Jimi Ketua dan Vincent dan dari hasil pemeriksaan persidangan perkara ketiga terdakwa tersebut di atas, diharapkan akan diperoleh fakta-fakta baru atau fakta-fakta yang sudah  ada akan diperkuat di dalam putusan perkara atas nama terdakwa Agus Tama, Jimi Ketua dan Vincent,” katanya.

Dikatakanya masyarakat berharap agar pengungkapan kasus korupsi proyek Jalan Lando-Noa yang penyidikan dan penuntutannya dilakukan di bawah supervisi KPK dapat mengubah paradigma dan mental Penegak Hukum di NTT yang selama ini diduga menerapkan pola penyidikan dan penuntutan yang ditujukan untuk melindungi pelaku korupsi yang sesungguhnya atau karena campur tangan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif sehingga pola tebang pilih selalu jadi pilihan favorit Penegak Hukum dalam mengungkap pelaku kejahatan korupsi di kalangan pejabat nomor 1 (Gubernur, Bupati dll) di NTT yang selama ini selalu lolos dari jerat hukum.

Strategi penambahan Tersangka baru pasca putusan perkara terdakwa Agus Tama dkk dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan Lando-Noa sebesar Rp 4 miliar itu, bukan saja tergantung kepada  munculnya fakta-fakta baru dalam persidangan yang diperoleh dari keterangan ketiga terdakwa, akan tetapi kunci utama dalam mengungkap dan mendapatkan fakta-fakta baru untuk menambah Tersangka baru.

“Sangat tergantung kepada bagaimana kerja sama yang baik antara JPU, Majelis Hakim, Penasehat Hukum dan Terdakwa dalam menggali dan mengelaborasi keterangan terdakwa secara obyektif dengan fakta-fakta yang telah terungkap dalam persidangan sebelumnya yang diperoleh dari keterangan saksi-saksi di bawah sumpah dan hasil Pemeriksaan Setempat/PS,” jelas Petrus.

Dengan demikian apa yang diharapkan oleh Subekhan, SH, Kajari Manggarai Barat, juga harus merupakan harapan Kapolres Manggarai Barat, mengingat Penyidikan kasus ini dilakukan oleh Polres Manggarai Barat di bawah supervisi KPK.

“Harapan mayoritas masyarakat Mabar dari ketiga terdakwa masing-masing Agus Tama, Jimi Ketua dan Vincent dalam kasus dugaan korupsi Lamdo-Noa adalah membuka peran pihak lain dalam kasus ini secara jujur dan terbuka, terutama apa peran sesunguhnya dari Agustinus Ch. Dula, Mateus Hamsi, Ovan Adu dan Vinsen Novela dkk,” pungkasnya.

Dengan demikian melahirkan disposisi Bupati Agistinus Ch. Dula dan bagaimana kriteria sebuah kerusakan proyek sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari bencana alam atau karena kelalaian manusia atau faktor KKN ketika proyek itu dibangun. (mus)

Komentar ANDA?