Akibat Angin Kencang, Sejumlah Sekolah di Tanawawo Diliburkan

0
122

NTTsatu.com -MAUMERE – Angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Tanawawo Kabupaten Sikka beberapa hari terakhir ini sangat memprihatinkan. Sejumlah sekolah di wilayah itu pun meniadakan aktifitas belajar mengajar dan meliburkan para murid.
Di Desa Detubinga misalnya, Yayasan Santa Maria Karmel meliburkan 35 siswa PAUD Kusuma Karmel. Sekolah yang terletak di Dusun Nuaria itu menjadi korban angin kencang pada Sabtu (27/1) yang lalu. Dinding sekolah itu terbuat dari bambu, dengan seng menutup atap bangunan. Seluruh seng pada bangunan itu terangkat oleh angin kencang. Papan nama sekolah pun ambruk.
Sudah dua hari ini tidak ada aktifitas belajar mengajar di PAUD Kusuma Karmel. Beberapa siswa tampak bermain-main di sekitar halaman gereja, yang berdekatan dengan lokasi sekolah. Ketika berada di lokasi ini, Selasa (30/1), beberapa pengajar tampak sedang memantau bangunan sekolah yang rusak.
Iren Sasona, Maria Melwiana Pedhi, dan Maria Loka, siswi SMP Negeri 2 Paga juga mengaku tidak ada aktifitas belajar mengajar di sekolah mereka. Tiga siswi ini tinggal di Desa Bu Selatan, persisnya berdekatan dengan Kantor Kepala Desa Bu Selatan. Setiap hari mereka harus menempuh perjalanan kurang lebih 2 kilometer ke sekolah yang terletak di Desa Detubinga.
“Kemarin libur, tidak ada pelajaran, semua murid dipulangkan. Katanya karena angin kencang, jadi guru-guru suruh belajar di rumah saja,” tutur Iren Sasona, siswi Kelas VII SMP Negeri 2 Paga.
Hal yang sama terjadi di SDK Woloara di Desa Bu Selatan. Di sekolah ini sudah dua hari tidak ada aktifitas belajar mengajar. Maria Yanti Dhapa, siswa Kelas VI sekolah itu mengaku dua hari ini sekolah diliburkan. Menurut dia, pihak sekolah kuatir ada dampak dari angin kencang yang melanda wilayah itu.
Menurut informasi warga setempat, ada kepala keluarga yang rumahnya jadi korban bencana angin kencang, sempat dievakuasi ke sekolah ini. Namun media ini tidak sempat menemui korban yang dievakuasi karena mereka sudah kembali ke rumah masing-masing.
Sementara itu di Desa Persiapan Bu Barat, satu-satunya sekolah di desa itu yakni SDN Inpres Detuduli, tampak sepi karena tidak ada aktifitas kegiatan belajar mengajar. Beberapa guru sedang mengikuti pelantikan Pejabat Kepala Desa Bu Barat. Desa ini merupakan pemekaran dari Desa Bu Selatan.
Kepala Desa Bu Selatan Siprianus Sapa Dulle yang ditemui di sela-sela kegiatan pelantikan mengatakan pihak sekolah sengaja meliburkan anak-anak murid menyusul bencana angin kencang yang melanda wilayah itu. Dia mengatakan jika ada bencana seperti cuaca ekstrim, biasanya sekolah itu diliburkan untuk beberapa hari.
Di SDN Inpres Detuduli ada beberapa ruang kelas yang mengalami kerusakan. Namun oleh sejumlah warga, kerusakan itu sudah terjadi beberapa waktu yang lalu. Sementara angin kencang yang beberapa hari ini, tidak membuat rusak bangunan sekolah tersebut.
Meski demikian, ada mess guru yang selama ini dijadikan rumah tinggal bagi beberapa orang guru, mengalami kerusakan akibat angin kencang pada Sabtu (27/1). Beberapa seng pada bagian dapur mess guru, terangkat dari bangunan. Para guru tidak dievakuasi, dan masih bertahan di tempat itu.(vic)

Komentar ANDA?