AKP Romakia, Sang Perintis Polisi Wanita dari Adonara

0
231
Foto: AKP Ema Romakia, Polwan pertama dari Adonara, Flotim

“KALAU POLISI WANITA (Polwan) Erna yang bertugas melakukan razia ketertiban lalulintas, lebih baik tidak usah ke Waiwerang bagi sopir atau pengendara sepeda motor yang tidak lengkap surat-surat”.

Ocehan dan gerutu bernada seperti ini muncul dari mulut para sopir atau pengendara sepeda motor yang terdengar saat itu sekitar tahun 1990-an. Polwan Erna sangat tertib dalam menertibkan berlalulintas di jalanan.

Mengendarai motor trail, Erna siap mengejar pengendara yang melanggar lalulintas. Polwan pertama dari Adonara ini namanya cukup terkenal sekitar tahun 1990-an karena ketegasan Beliau yang tidak membiarkan perilaku “bandel” para pengendara bermotor.

Erna Romakia, demikian nama Wanita berdarah Lamatokan ini sangat tegas dalam hal kedisiplinan yang sudah menjadi warisan bapaknya: Bapak Romakia yang juga adalah seorang pensiunan Polisi.

Om saya pernah berceritera bahwa untuk keluarga yang bandel dan kalau kedapatan berkelahi, berjudi atau mabuk-mabukan, tangan sang Polwan Erna menjadi pertama yang menghujani wajah mereka dengan tamparan.

Putri bungsu dari tiga bersaudara ini memasuki pendidikan Polisi Wanita pada Agustus 1980 dan lulus pada 18 Mei 1981. Setelah tamat dari pendidikan, Polwan Erna menjani tugasnya sebagai seorang Polisi Wanita di Staf Operasi Kapolri-Mabes Polri Jakarta.

Wanita kelahiran Waiwerang-Adonara Timur pada 16 Agustus 1960 ini sekarang bertugas di  Polres Flores Timur-Larantuk sebagai Kasubag Binops OPS dengan pangkat AKP (Ajun Komisaris Polisi), menjadi inspirasi sekaligus perintis bagi para Wanita Adonara untuk mendedikasikan diri dan mengabdikan pelayanan sebagai Polisi.

Dalam menjalani tugas sebagai seorang Polisi, Polwan Erna memiliki prinsip yang selama ini terungkap dalam setiap tindakannya di dalam menegakkan keadilan dan kebenaran yaitu; “Katakan Benar jika itu Benar dan salah kalau itu memang salah”. Maka atas dasar prinsip ini dia mengungkapkan bahwa di tengah segala suka dan duka mengabdikan diri sebagai seorang Polisi, ia tak pernah mengeluh tetapi selalu mengalami kebahagiaan.

Kebahagiaan yang terus menyemangati Beliau adalah menjadi penolong bagi masyarakat di dalam menegakkan keadilan dan kebenaran.

Terimakasih Polwan Erna telah menjadi inspirasi penegakkan keadilan dan kebenaran, terutama telah merintis jalan bagi kaum wanita Adonara untuk mengabdikan diri sebagai Polisi Wanita.

(Pater Kopong Tuan MSF)

Komentar ANDA?