Akulah Roti Hidup. Barang Siapa Datang Kepada-Ku, Ia tak Akan Lapar Lagi

0
1034

Oleh: Romo Ambros Ladjar

Hari Minggu Biasa XVIII*, 25 Juli 2021.
Bac. Kel 6: 2-4, 12-15 & Efesus 4: 17, 20-24. Dan Injil: Yoh 6: 24 – 35

Di dalam keseharian orang butuh makan minum. Jika rasa lapar maka harus makan. Haus maka harus minum…dsb. Sayangnya *kebutuhan untuk makanan dan minuman itu selalu tak tersedia*. Semuanya membutuh perjuangan dan keuletan manusia. Biarpun demikian kadang juga belum tercukupi. Kita harus cari kerja dan kerja keras lagi. Bahkan masih harus lagi ada kerja sampingan di manapun dengan cara dan kemampuan kita. Dalam *lagu Salve Tantum Ergo*, iman dapat menolong budi karena indra tak mencukupi.

Setelah keluar dari Mesir, orang Israel mulai mengeluh di padang gurun Sin karena lapar. Musa dan Harun mulai dipersalahkan rupa-rupa. Karena *mereka dihantar ke tempat tanpa harapan hidup*. Tak ada makanan dan minuman di padang gurun. Ketika keluh kesah mereka didengar, *Allah menurunkan dari langit Hujan Roti*. Itulah yang jadi makanan mereka tiap hari. Allah hendak mencobai iman mereka di padang gurun; apakah mereka percaya atau tidak kepada-Nya. Roti yang mereka makan setiap hari adalah bukti kebaikan Allah. Allah selalu setia memberikan yang terbaik sesuai kebutuhan manusia.

Betapa banyak orang yang mengikuti Yesus. Apalagi setelah mereka dikenyangkan dengan Roti sesuai Injil minggu lalu. Ada lima ribu orang banyaknya saat itu, tapi masih ada sisa roti 12 bakul penuh. Sejatinya *motivasi iman orang yang mengikuti Yesus harus mendapatkan pemurnian* secara terus menerus. Sebab dalam injil hari ini bukan soal Roti yang membuat orang rasa kenyang tapi Pribadi Yesus sendiri. Diri Tuhan Yesus itulah yang orang butuhkan melebihi kebutuhan makan minum. Dengan demikian rasa lapar dapat dihindarkan.

Sudah bertahun- tahun kita mengenal dsn mengikuti Kristus Yesus. Sebab itu kita diajak lagi rasul Paulus agar kita tinggalkan manusia lama kita. Maksudnya tak lain adalah *Pikiran dan cara bertindak kita yang lamban*. Semua itu akan mengarahkan kita kepada kebinasaan. Tapi jika kita ikuti pikiran baru Kristus sesuai cara hidup-Nya niscaya kita dihantar kepada kehidupan kekal. Bila gereja tak memberikan kita jaminan hidup dunia apapun, tak usah kecewa. *Bukan itu yang terpenting, tapi kualitas iman ybk yang diandalkan*. Pada akhirnya orang yang hidup dan kerja apapun di manapun tanpa mengabaikan imannya maka dia bahagia.

Salam sehat di Hari Minggu untuk semuanya. *Tetap taat menjalankan Prokes*. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing-masing dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita hidup. Amin 🙏🙏🌹✝️🌹🍇🫐🔥🔥🇮🇩🇮🇩

*) Penulis: Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?