Alumni GMNI Harus Tingkatkan Pemahaman Idiologi Pancasila

0
719
Foto: Ketua Pengurus Alumni GMNI NTT Nikolaus Fransiskus menyerahkan rekomendasi GMNI NTT kepada Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Ende, 31 Mei 2018 malam

NTTsatu.com – ENDE – Temu para alumni GMNI NTT yang berlangsug sejak 29 – 1 Juni 2018 menghasilkan sejumlah rekomendasi yang berkaitan dengan sejumlah persoalan kebangsaan di tanah air. Rekomendasi itu antara lain alumni harus terus berusaha meningkatkan pemahaman tentang Idiologi Pancasila.

Dalam release panitia Temu Alumni GMNI NTT yang diterima media ini, Jumat, 01 Juni 2018 dalam temu alumni GMNI di Ende, para alumni menyoroti maraknya gerakan radikalisme dalam beragam bentuk terror. Hal itu dipandang sebagai tantangan ideologis yang serius bagi bangsa dan Negara.

“Ideologi Pancasila mendapat ujian serius ketika banyak unsur masyarakat yang mulai aktif mencoba peruntungan melalui anutan pada ideology lain yang bertentangan dengan Pancasila,”demikian Ketua Pengurus Alumni GMNI NTT Nikolaus Fransiskus

Oleh karenanya lanjut mantan calon wakil walikota Kupang ini, Alumni GMNI NTT memandang penting untuk meningkatkan pemahaman ideologi Pancasila ke segala lapisan masyarakat, terutama

pada lembaga-lembaga pendidikan. Sebab pemahaman ideologi yang kuat sangat penting diikuti dengan tindakan-tindakan politik, sosial, ekonomi dan budaya yang mencerminkan realisasi ideology.

Dikatakan lagi,  keputusan Presiden membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) merupakan keputusan yang tepat, sebagai pusat gerakan konsep dan gagasan untuk membumikan Pancasila ke seluruh pelosok Indonesia.

“Alumni GMNI NTT sangat siap bekerjasama dengan BPIP dalam rangka doktrinasi, sosialisasi dan penyebaran paham ideologi Pancasila yang benar,” sebut Niko lagi.

Selain itu, disebutkan bahwa lembaga–lembaga politik formal, perlu diisi oleh personal-personal yang memiliki pemahaman ideologi yang kuat sehingga mampu merumuskan regulasi yang merupakan derivasi langsung ideologi Pancasila.

“Calon-calon legislatif pada Pemilu 2019 haruslah orang-orang pilihan yang memiliki benteng ideologi Pancasila yang kuat. Oleh karenanya, alumni GMNI di NTT sangat siap menjadi mitra konstruktif lembaga-lembaga pendidikan formal maupun non formal dalam rangka mendukung penciptaan kader-kader bangsa yang memiliki kekuatan pemahaman ideologi Pancasila secara tuntasm,” kata Niko.

Dia mengatakan, alumni GMNI NTT merekomendasikan kepada BPIP untuk merumuskan pokok-pokok indoktrinasi Pancasila serta metode-metode yang tepat sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Alumni GMNI NTT mendukung keputusan Pemerintah yang membentuk Komando Pasukan Khusus Gabungan TNI dan POLRI dalam rangka pemberantasan terorisme hingga ke akar-akarnya.

Rekomendasi yang dihasilkan para alumni GMNI NTT tersebut langsung diserahkan kepada Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya yang hadir pada puncak Temu Alumni GMNI NTT, 31 Mei 2018 malam.

 

Musda di Sumba Timur

Selain menghasilkan rekomendasi untuk disampaikan guna mendapat perhatian, Temu Alumni GMNI NTT di Ende juga menyepakati untuk segera menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Alumni GMNI yang telah habis masa kepengurusannya sejak tahun lalu. Para alumni menyepakati untuk menggelar Musda PA GMNI di Waingapu, Ibukota Kabupaten Sumba Timur pada Bulan Oktober 2018 mendatang.

Juru bicara Tim7 Temu Alumni GMNI Yoppy Lati mengatakan selain menetapkan Waingapu sebagai tuan rumah pelaksanaan Musda juga forum juga menyepakati agar Temu Alumni GMNI menjadi agenda tahunan Alumni GMNI.

“Kita telah bersepakat agar temu alumni seperti ini menjadi agenda tahunan dan dilaksanakan di Ende menjelang Bulan Bung Karno dan menghadiri Hari Pancasila,”jelas Yoppy. (bp)

Komentar ANDA?