Anas Urbaningrum Mulai Tabuh Genderang Perang, Pengamat: Sasarannya SBY dan Demokrat

0
448

 

Penilaian demikian dilontarkan Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Ernesto Maraden Sitorus, Selasa (11/4/2023). Dia menyebut Anas Urbaningrum bicara soal menggunakan pihak lain untuk menggebuk atau nabok nyilih tangan merupakan sindiran.

Fernando mensinyalir sindiran Anas itu sengaja dialamatkan kepada SBY. Sebab ia menduga SBY menggunakan KPK untuk mendepak Anas dari kursi orang nomor satu di Partai Demokrat.

Ya, “Sangat jelas pernyataan tersebut ditujukan pada SBY yang dianggap sebagai pihak yang meminjam tangan KPK untuk menyingkirkannya dari posisi Ketum Partai Demokrat karena kasus korupsi,” kata Fernando.

Fernando memprediksi Anas bakal memberi perlawanan kepada pihak yang membuatnya tersandung kasus korupsi. Menurutnya, Anas akan coba merobohkan kekuatan Partai Demokrat yang kini diketuai anak SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Genderang perlawanan yang ditabuh oleh Anas semata hanya untuk SBY yang tentunya akan berdampak pada kekuatan politik SBY dan juga Partai Demokrat,” ujar Fernando.

Fernando juga mengamati nyanyian Anas berpeluang menjerat anak SBY lainnya, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas ke dalam jeruji besi. Hal ini yang menurutnya akan mempengaruhi Demokrat. “Apalagi kalau sampai Anas berhasil mengungkapkan mengenai keterlibatan Ibas pada kasus Hambalang seperti yang beberapa kali disebut di Pengadilan,” ucap Anas.

Selain itu, Fernando memprediksi pengaruh Anas bisa melebar untuk membantu kubu Moeldoko dalam pengajuan Peninjauan Kembali (PK) terkait sengketa kepengurusan Partai Demokrat.

AHY sempat mengatakan pada 3 Maret 2023 menerima informasi Moeldoko masih mencoba untuk mengambil alih Partai Demokrat. Adapun PK merupakan langkah terakhir menguji putusan Kasasi MA No.487 K/TUN/2022 yang telah diputus 29 September 2022.

“Sangat mungkin juga peran Anas akan memberikan keputusan yang berbeda pada PK yang diajukan oleh KLB Deli Serdang dan berdampak pada Koalisi Perubahan,” sebut Anas.

Anas Urbaningrum memang langsung menyindir pihak-pihak yang berkompetisi atau bertanding di dunia politik menggunakan tangan orang lain untuk menggebuk. Ia mengajak agar bertanding dengan fair, jujur, terbuka dan objektif.

“Dalam tradisi aktivis, saya ingin menyampaikan pertandingan atau kompetisi hal yang biasa. Kami aktivis diajarkan sejak kecil sejak bayi tetapi buat saya pertandingan dalam konteks demokrasi pertandingan yang jujur, fair, terbuka dan objektif,” ujarnya saat berpidato di hadapan ratusan Sahabat AU di halaman Lapas Sukamiskin, Selasa (11/4/2023).

Ia mengatakan pertandingan tidak boleh menggunakan pihak lain atau menggunakan teknik lama yaitu nabok nyilih tangan. Apabila pertandingan seperti itu, maka para aktivis tidak tertarik ikut pertandingan

“Pertandingan yang terbuka jujur, objektif tidak boleh menggunakan pihak lain, tidak boleh pertandingan pakai teknik lama nabok nyilih tangan. Itu pertandingan jujur kalau tidak ada pertandingan jujur para aktivis tidak tertarik ikut pertandingan,” katanya.

Dengan kebebasannya, ia pun meminta maaf kepada pihak-pihak yang akhirnya melahirkan pertentangan. Anas menyebut bahwa ia tidak ingin melahirkan pertentangan atau permusuhan.

“Mohon maaf kalau saya keluar, merdeka bebas mendatangkan melahirkan pertentangan saya katakan mohon maaf. Saya tidak ada kamus pertentangan, permusuhan, kamus saya adalah perjuangan dan keadilan,” katanya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) I Gede Pasek Suardika saat mendatangi Lapas Sukamiskin bersama ratusan loyalis untuk menyambut kebebasan Anas Urbaningrum, menegaskan, akan segera membeberkan kebenaran tentang kasus kriminalisasi yang melibatkan Anas Urbaningrum.

“Kalau selama ini AU (Anas Urbaningrum) di dalam lapas tidak bisa menjelaskan kebenarannya, mudah-mudahan ketika keluar dia bisa pelan-pelan menyampaikan ke publik,” ujar Pasek.

Gede juga menampik rumor bahwa setelah kebebasannya, AU akan mendatangi SBY. Dia juga menegaskan bahwa setelah bebas, AU akan menggencarkan upaya untuk mengungkapkan fakta kepada seluruh pihak dan mencari keadilan yang selama ini tidak dia dapatkan.

“Nanti begitu beliau ke luar, perlahan tapi pasti akan menjelaskan apa yang terjadi yang menimpa beliau akan dilakukan dengan sungguh-sungguh, karena ikhtiar berjuang mencari keadilan harus dilakukan, dan tentu tidak mudah,” kata Gede.

“Yang pasti harus saya garisbawahi, karena ada narasi yang berkembang seakan mas Anas itu akan membalas dendam, saya klarifikasi di sini beliau keluar gak akan dendam dengan siapapun karena bukan karakter beliau,” tegasnya.

Momentum kebabasan AU, kata dia, juga merupakan awal yang bagus untuk bangkit. Dia menyinggung banyaknya simpatisan, terbentuk dalam Loyalis Anas, yang sengaja datang untuk menyambut kebebasan AU. Banyaknya loyalis yang hadir, menurutnya, membuktikan bahwa AU merupakan korban kriminalisasi.

“Ini membuktikan saya kira apa yang dialami mas Anas memang betul memiliki nilai paswal beliau dikriminalisasi, dan yang hadir di sini adalah mereka yang bisa berpikir, menganalisa, bisa mengkaji apa yang terjadi sebelumnya sehingga kami yakini korban kriminalisasi pada mas Anas harus dilawan,” ujarnya.

Gede mengatakan akan turut mengantarkan Anas ke kampung halamannya di Blitar, Jawa Timur melalui jalur darat. Sembari itu, Gede juga mengaku akan berdiskusi lebih dalam mengenai langkah lanjutan yang akan dilakukan Anas dan PKN ke depannya. Menurutnya, sebagai praktisi dan ahli politik, peran Anas akan sangat krusial bagi PKN.

“Saya kita karena Anas adalah jajaran perumus PKN, maka beliau pasti akan mengembangkan PKN. Nanti pelan-pelan beliau akan masuk, sudah ada rencana,” ungkapnya.

“Prinsipnya karena Anas ini talentanya politik maka kami berikhtiar siapkan kendaraan untuk berkompetisi dan kami sudah dapatkan nomor 9, kami juga sudah tidak ikut campur dengan demokrat, karena kami sama-sama bertanding dan kami siap melawan,” pungkasnya, sebagaimana dilansir repuiblika.co.id.(*/AN- nttsatu)

Komentar ANDA?