Anggaran untuk DPRD Kota Kupang Belum Dibahas

0
364
NTTsatu.com — KUPANG —   Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yeskiel Loudoe membantah alokasi anggaran untuk DPRD mencapai Rp40 miliar. Pasalnya, DPRD dan Pemerintah belum membahas anggaran tersebut.

 

“Dana untuk DPRD sebesar Rp40 milliar belum dibahas. Sebenarnya hanya Rp35 milliar, namun itupun belum dibahas, dan faktanya disajikan oleh pemerintah melalui dokumen yang ada,” kata Yeskiel, Selasa, 24 November 2020.

Dikatakan Badan Anggaran telah menyetujui anggaran untuk DPRD sebesar Rp35 milliar, namun dalam pembahasan dinaikkan menjadi Rp40 milliar tidak benar, karena anggaran-anggaran tersebut belum dibahas dalam sidang.

Dia menjelaskan anggaran untuk DPRD sebesar Rp35 miliar yang termuat dalam KUA PPAS itu akan dimanfaatkan untuk perjalanan dinas, gaji dan dibagikan dengan 44 ASN, 40 anggota DPRD dan 57 PTT.

Jika berbanding dengan Pemkot Kupang, biaya perjalanan dinas untuk Wali Kota sebesar Rp3,5 miliar.

“Pemerintah harus jujur, coba bandingkan dana untuk DPRD dan dana untuk pemerintah. Perjalanan dinas Wali Kota saja sampai Rp3,5 milliar. Belum lagi Wakil Wali Kota, kenapa ini tidak dibahas,” kata Yeskiel.

DPRD Kota Kupang, jelas dia, tidak pernah secara sepihak membatalkan persidangan pembahasan anggaran 2021, proses persidangan  sudah dilaksanakan dan berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada dalam pembahasan KUA dan PPAS. Jika ada dinamika itulah persidangan.

Dia juga menanggapi rilis Pemkot Kupang terkait alokasi anggaran untuk DPRD Kota Kupang yang dinilainya sebagai suatu pembohongan.

“Sebagai ketua DPRD, saya ingin katakan seluruh proses persidangan sudah sesuai mekanisme. Pemberitaan yang ada menurut saya termasuk pembohongan, dan ada rilis yang disampaikan menjadi hal yang luar biasa bagi saya,” katanya. (*/gan)

Komentar ANDA?