Angkatlah Matamu Sebab Penyelamatmu Sudah Dekat

0
422

Oleh: Romo Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu I Adven.Th C.* 28 November 2021.
Bacaan: Yeremia 33: 14-16 dan 1 Tes 3: 12 – 4: 2. dan  Injil Lk 21: 15-28, 34-36.

Dalam video unggahan akun tiktok Rabu, 24 Nov.2021 jadi trending topik minggu ini. Di situ terlihat ada kebakaran di sebuah gedung pernikahan akibat kembang api yang menyala. Orang membakar kembang api dalam gedung guna untuk meramaikan momentum pernikahan itu. Setelah redup kembang api itu, terlihat percikan api menyala dan melahap bagian atap dekorasi pesta. Dalam hitungan detik seluruh dekorasi panggung hangus terbakar. Para tamu berhamburan keluar menyelamatkan diri. Banyak yang merasa miris dan sedih. Mereka membayangkan suka cita mempelai justru berakhir dengan trauma dan kesedihan.

Pesta pora adalah ajang kegembiraan yang membuat orang sampai mabok. Segala usaha bertahun-tahun secara ekonomis habis dalam waktu sekejap. Kita mengawali tahun liturgi gereja hari ini dengan memasuki masa Adven. Kita menantikan waktu kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Sesuai lukisan Injil Lukas, Yesus datang dalam awan secara tiba-tiba dengan kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Sebab itu kita harus jaga diri sehingga tak sarat dengan pesta pora dan kemabokan. Juga sarat dengan kepentingan duniawi lain. Dalam arti orang harus miliki rasa peduli dan solider satu sama lain. Rasul Paulus mengharapkan agar orang saling mengasihi, maka Tuhan menguatkan kita sehingga kudus dsn tak bercela di hadapan Allah.

Yesus mengingatkan kita juga dalam perumpamaan konkrit tentang pohon Ara. Pohon yang banyak kasiat itu, sudah diatur Tuhan di jagat raya ini. Jenis tumbuhan ini bisa berkembang dan menghasilkan buah agar ada keberlanjutan hidup msnusia. Kebahagiaan hidup menjadi dambaan yang diharapkan semua orang. Dalam pengharapan yang sama orang beriman mampu bertahan menantikan Tuhan. Walaupun hidup penuh persaingan dan derita tapi kita berharap akan berakhir. Yesus Kristus harus menjadi orientasi iman kita ke masa depan. Untuk itu kita harus memperbaiki jalan hidup sebagai suatu gerakan hati seturut tuntuhan Tuhan.

Sesuai harapan Yesus maka kita tak boleh larut dalam pesta pora dan kemabukan. Kita konsentrasi kepada perbaikan diri sambil menantikan kedatangan Tuhan. Kejernihan suara hati harus menjadi keharusan. Sangat jelas makna pesan Yesus di awal tahun liturgi gereja ini, agar kita tetap menanti dengan penuh harapan. Kita memasuki keheningan sambil melihat perilaku hidup kita. Segala soal yang tak sesuai tuntutan masa depan harus dihadapi dengan Doa. Tampaknya biasa dan sederhana tapi menjadi senjata ampuh agar luput dari kesulitan.

Barangkali kita rasa sepele tapi kekuatannya dasyat sebagaimana contoh hidup Yesus sendiri. Dalam seluruh peristiwa hidup-Nya Yesus minta bantuan Bapa-Nya maka Ia mampu pikul salib, menanggung derita, berjalan di atas air, beri makan orang banyak, dll.. Mengandalkan Tuhan dalam Doa, dapat mengubah segala sutuasi keterpurukan hidup kita. Sejauh mana kita bina keakraban hidup rohani kita dengan Tuhan?

Salam sehat di Hari Minggu untuk semuanya. *Tetap taat menjalankan Prokes*. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing-masing dengan kelimpahan kasih sayang, kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita hidup. Amin 🙏🙏🌹✝️🌹🍇🫐🔥🔥🇮🇩🇮🇩

Komentar ANDA?