Arena Musyawarah Rakyat Relawan Jokowi Sebut Nama Ganjar, Prabowo dan Airlangga

0
154

 

Musra ini menjadi konsolidasi lanjutan kalangan relawan Jokowi untuk memilih figur yang akan didukung pada Pilpres 2024 mendatang. Musra di Jawa Timur dihadiri oleh berbagai unsur relawan Jokowi. Begitu pula, hadir dari unsur akademisi serta masyarakat luas.

Dalam forum yang berlangsung di Grand City Kota Surabaya ini, peserta yang hadir diberikan kesempatan berbicara mengenai harapan hingga nama figur capres potensial.

Ketua Panitia Musra, Panel Barus menjelaskan sudah ada 12 provinsi yang telah rampung melaksanakan agenda Musra sebelumnya, dan Jawa Timur menjadi lanjutan dari kegiatan tersebut. Targetnya, Musra dapat rampung di 80 persen jumlah provinsi sebelum pertengahan Maret 2023.

“Ujungnya nanti, hasil Musra akan kami sampaikan ke Presiden Jokowi pada saat pelaksanaan Musra terakhir di Jakarta,” kata Panel Barus di sela acara, sebagaimana dikutip Tribunjatim.com, Minggu.

Dia membeberkan, hingga saat ini sudah ada sejumlah nama yang menempati rangking atas dan dihimpun dari hasil Musra di berbagai titik.

Di posisi Capres ada tiga nama, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (Ketua Umum DPP Gerindra) hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Ketua Umum DPP Golkar). “Tiga itu saya lihat berganti-gantian di tiap provinsi jadi lumayan ketat,” bebernya.

Sementara untuk posisi Cawapres, ada sejumlah nama yang mencuat sebagai usulan Musra. Misalnya, nama Menkopolhukam Mahfud MD, Kepala Staf Kepresiden Moeldoko turut masuk hingga Menparekraf Sandiaga Uno.

Sekalipun sudah ada sejumlah nama, Panel Barus memastikan hal ini bukanlah tahapan final. Sebab, di antara yang juga menjadi acuan adalah persentase jumlah peserta Musra setiap Provinsi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dari peserta yang hadir teriakan nama-nama capres banyak disampaikan dalam forum. Hanya saja, untuk hasil di Jawa Timur masih akan disampaikan beberapa hari mendatang.

“Nanti hari Rabu kita akan umumkan bagaimana hasil di Jawa Timur,” jelasnya.

Penanggung Jawab Musra Budi Arie Setiadi mengatakan, forum musyawarah tersebut merupakan bagian dari instrumen demokrasi, sarana untuk mendengarkan suara rakyat.(*/nttsatu)

Komentar ANDA?