Aksi Demo Ijazah dan Gelar Palsu Ricuh

0
151

KUPANG. NTTsatu.com – Aksi demo ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Pendidikan yang menuntut penanganan kasus ijazah palsu di Universitas PGRI Kupang dan gelar palsu rektor Universitas PGRI Samuel Haning , Senin, 08 Juni 2015 ricuh.

Kericuhan itu terjadi di depan Polres Kupang saat demonstran itu disambut oleh sejumlah oknum pendukung Samuel Haning yang mencoba menghadang para pendemo. Namun kericuhan itu tidak berlangsung lama dan langsung dileraikan anggota Kepolisian yang mengawal demo tersebut. Pendemo akhirnya melanjutkan perjalanan ke Polda NTT.

Aksi saling tunjuk dan adu mulut di depan Polres Kupang Kota itu tidak bisa terkendali antara demonstran dan sejumlah orang yang diduga sebagai pendukung Rektor Samuel Haning. Mereka bahkan berusaha menghalau salah satu orator usai berorasi di Polres Kupang Kota.

Aksi menarik perhatian para pendemo lainnya itu memicu emosi peserta demo dan kelompok penghadang tersebut, Untungnya polisi yang mengawal demoknstran itu dan aparat polisi lainnya di Markas itu langsung menghentikan aksi tersebut.

Koordinator aksi demo, Inosentio Naitoi dalam orasinya menuntut pihak kepolisian untuk segera menahan Rektor Universitas PGRI Kupang, Samuel Haning karena sudah terbukti sesuai UU Tindak Pidana Pemalsuan dokumen gelar doctor yang diraihnya dari sebuah Universitas Amerika Serikat.

Para pendemo mengancam akan terus untuk melakukan aksi unjuk rasa selama polisi belum bertindak menangani kasus ini.

Usai kericuhan itu, para pendemo melanjutkan aksi mereka yang dimulai dari Bundaran PU hingga ke Polda NTT. Di Polda NTT mereka akan menyampaikan aspirasi mereka. Aksi demo ratusan mahasiswa itu sempat memacetkan lalulintas di jalur jalan Frans Seda hingga ke Jalan El Tari Kupang. (iki)

Komentar ANDA?