Asisten Pelatih Persami Maumere Ditemukan Meninggal di Rumah

0
650
Foto: Jenazah Asisten Pelatih Persami Maumere Firnimus Mari, Senin (12/6), tengah dibawa ke Seminari Bunda Segala Bangsa, dia merupakan salah satu guru pada sekolah pembinaan calon Imam tersebut

NTTsatu.com – MAUMERE– Sepak bola di Kabupaten Sikka berkabung. Firnimus Mari atau yang biasa dipanggil Freni Mari, Asisten Pelatih Persami Maumere menghembuskan nafas pada Senin (12/6). Dia ditemukan meninggal di rumahnya di Lorong BMW Jalan Wairklau Kelurahan Madawat Kecamatan Alok. Belum diketahui apa yang menyebabkan laki-laki satu anak ini meninggal.

Istri Firnimus Mari, seorang perawat di RSUD TC Hillers Maumere yang baru lepas dinas pagi itu, mendapatkan suasana pagi yang sepi di rumahnya. Kondisi ini tidak seperti biasanya. Kemudian dia menginformasikan kepada keluarga. Beberapa kali pintu kamar digedor, namun tidak ada reaksi dari dalam.

Keluarga pun terpaksa mendobrak pintu kamar yang ditempati Freni Mari. Setelah pintu kamar jebol, keluarga mendapatkan Freni Mari sudah terbujur kaku di atas tempat tidur. Sementara anaknya laki-laki yang berusia kurang lebih 2,5 tahun tengah asyik bermain. Spontan, isak tangis pun meledak. Jasadnya segera dibawa ke ruang mayat RSUD TC Hillers Maumere.
Informasi tentang meninggalnya Guru Matematika pada Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere ini cukup mengejutkan. Spontan saja, sejak pagi hari ratusan orang mendatangi ruang mayat. Sebagian besarnya adalah guru dan murid, mantan murid, serta para pegiat sepak bola di Kota Maumere.

Yan Geri, salah seorang anggota keluarga yang dihubungi di rumah duka mengatakan kepergian saudaranya ini terbilang mendadak. Sehari sebelumnya Freni Mari masih menjalani beberapa aktiftas seperti mengikuti arisan keluarga, dan malam harinya sedang sibuk persiapan akreditasi di sekolah.
Jauh sebelum itu, yang bersangkutan juga masih setia melatih Tim Persami Maumere yang hendak mengikuti Kompetisi Eltari Memorial Cup di Ende pada Juli mendatang. Freni Mari adalah salah satu Asisten Pelatih yang menukangi juara bertahan Eltari Memorial Cup ini.
“Tadi malam dia tidur dengan anaknya. Istrinya dinas malam. Memang beberapa hari ini dia mengeluh capai karena banyak tugas dan kesibukan. Kemarin kami masih sempat arisan sama-sama. Saya lihat dari wajahnya terkesan dia sedang lelah sekali. Tapi kita tidak bisa bayangkan jika dia harus pergi diam-diam secepat ini,” ujarnya.

Selama ini Freni Mari memimpin sebuah klub sepak bola yang bernama Sikka United. Dia sudah mencatat banyak prestasi di berbagai turnamen sepak bola antar klub di Kabupaten Sikka. Terakhir Sikka United menjuarai Turnamen Piala PU yang digelar pada akhir tahun 2016 lalu.
Beberapa kali Freni Mari diberikan kepercayaan sebagai tim pelatih Persami Maumere, baik pada Piala Gubernur maupun pada Eltari Memorial Cup. Prestasi puncaknya sebagai Asisten Pelatih Persami Maumere pada Eltari Memorial Cup Tahun 2015 yang digelar di Maumere. Bersama Pelatih Kepala Fredy MBW serta Asisten Pelatih Edi Kurniawan dan Ruli Keupung, Persami Maumere berhasil menjuarai turnamen ini. Atas prestasi itu kuartet pelatih ini kembali dpercayakan menukangi Persami Maumere untuk ajang yang sama pada tahun ini.
Sebelum ke rumah duka, jasad Freni Mari terlebih dulu disemayamkan beberapa jam di Seminari Bunda Segala Bangsa. Setelah selesai ibadah singkat, para guru dan murid di sekolah pembinaan calon Imam itu mendapat kesempatan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. (vik)

Komentar ANDA?