Awang Menurut Kaum Buruh, Dia Pemimpin yang Luar Biasa

0
178
Foto: Daniel Nggeok, salah seorang pekerja di pelabuhan Tenau Kupang

NTTsatu.com – KUPANG – Kaum buruh di pelabuhan Tenau Kupang memberikan pujian kepada Awang Notoparwiro sebagai sosok pemimpin yang luar biasa. Mereka selalu diarahaknnya untuk bekerja dengan penuh tanggungjawab.

Selain itu pula Ayah dari empat anak ini dinilai oleh para pekerja bahwa Awang merupakan sosok bapak, kakak dan saudara  yang senantiasa sering mengayomi mereka dalam segala hal bukan hanya dalam hubungan dengan pekerjaan saja, tetapi dalam hubungan sosial kemasyarakatan.

“Bagi saya Awang adalah sosok pemimpin yang luar biasa itu semua karena saat kami bekerja beliau datang dan berbincang-bincang tanpa memandang sebuah jabatan, dan juga beliau senantiasa mengarahkan kami untuk bekerja dengan penuh tanggungjawab,” kata Daniel Nggeok, salah satu pekerja di pelabuhan Tenau Kupang, belum lama ini.

Awang pun dinilai menjadi seorang pemimpin yang tidak hanya sebatas pemimpin namun dia sangat mempedulikan karyawan. Awang lebih banyak meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan para karyawan saat-saat senggang.

Setelah menjadi ketua asosiasi, banyak hal yang diperoleh terutama banyak kemudahan yang diberikan Awang setelah memimpin Asosiasi tersebut.

“Pembahasan tentang upah, bila dibuat perbandingan dari pemimpin-pemimpin sebelumnya sangat berbeda jauh, kadang-kadang masalah tawar menawar harga di TKBM (tenaga kerja bungkar muat) dengan biaya Rp 500 saja setengah mati, tetapi ternyata dengan pak Awang ini banyak kemudahan yang dia berikan kepada kami sebagai buruh,” ujarnya.

Daniel Nggeok yang sudah 20 tahun bekerja sebagai buruh di pelabuhan tenau kupang mengenal benar sosok Awang.

Baginya, ada hal yang unik dalam diri Awang saat memimpin. Awang sosok pemimin yang tidak memandang bulu, banyak karyawan yang sering sakit dan adapula istri atau keluarga karyawan yang sakit pastinya Awang selalu berkunjung, tidak sekedar berkunjung melainkan Awang sering membawa mereka untuk melakukan pengobatan ke Rumah Sakit.

“Saya dapat informasi bukan dari pak Awang tetapi dari sesama buruh, para buruh yang istrinya sakit pak Awang pergi berkunjung ke rumah dan kalau memang harus dirawat, dia bawah ke rumah sakit untuk berobat,” jelasnya. (***)

Komentar ANDA?