Bacok  Maria Tere Hingga Tewas, Jois Melarikan Diri dan Dalam Pengejaran Polisi

0
10698

NTTsatu.com — LEMBATA — Hari Raya Natal Kedua di Desa Ile Kimok, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) diwarnai tragedi berdarah dengan kasus  dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang dilakukan oknum Jois Togilang (41) alias ⁹Jo kepada calon istrinya sendiri, Maria Tere (45 Tahun) hingga tewas.

Sebagaimana dituturkan warga, Maria Tere (45),  warga Desa Ile Kimok  Kecamatan Atadei pada hari Sabtu, 26/12/2020, pukul 11.30 wita, tewas di bacok Jo,  yang tidak lain adalah suaminya sendiri asal Manado, Sulawesi Utara. Nyawa korban, Maria Tere tidak bisa diselamatkan, meski sempat dilarikan ke Puskesmas setempat.

Tak hanya itu, Jois juga membacok anaknya, Sita, 19 thn, seorang pelajar, anak tiri pelaku. Akibat dugaan penganiayaan berat itu, Maria Tere, 45 thn, tewas saat dilarikan ke Puskesmas, sedangkan Sita, 19 thn, dalam penanganan intensif para medis. Sita menderita luka bacok di punggungnya.

Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten kepada Media ini, Sabtu (26/12/2020) mengatakan, hingga saat ini, Polisi masih memburu pelaku yang melarikan diri setelah kejadian.
“Pada hari ini tanggal 26 Desember 2020 sekitar pukul 11.30 Wita, telah terjadi Dugaan Tindak Pidana Penganiyaan Berat dengan benda tajam (parang). Tempat kejadian di kebun Waikeniba Desa Ile Kimok Kecamatan Atadei,” ujar Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten.

Kapolres Yoce Mengatakan, pelaku bernama, Jo, laki-laki, warga Sulawesi, saat ini dalam pengejaran aparat.  Kapolres mengatakan, pihaknya belum mengetahui motif penganiayaan berat tersebut. .

Dipicu Pertengkaran Hebat 

Warga setempat menuturkan, penganiayaan berat itu diduga dipicu pertengkaran antar keduanya. Kedua pasang calon suami isteri yang sudah hidup serumah itu dikabarkan terlibat pertengkaran dari rumah. Pertengkaran itupun berlanjut  hingga ke kebun Waikeniba, Desa Ile Kimok, sekitar 1 kilometer. Maria Tere bersama Jois Togilang, diketahui pergi ke kebun pukul 08.00 WITA.

Katarina Peni (38) warga desa Ile Kimok, kerabat korban menjelaskan, sekitar pukul 11.00 WITA, Marsita Letek (Sita),  19 tahun,  anak  kandung  dari korban, datang dan melaporkan  bahwa dirinya dibacok oleh Jois Togilang pada bahu kiri dengan menggunakan parang.

Marsita Letek saat itu di panggil oleh Katarina Peni dan tetangga lainnya, namun dirinya terus berlari meminta bantuan warga. Ia tak menghiraukan  panggilan para kerabatnya itu karena sedang berusaha mencari bantuan. Saat itu, ibu kandungnya itu masih berada di kebun kemiri bersama Jois Togilang.

Setelah bertemu Mergius Jawa,  keduanyapun  berlari menuju TKP untuk melihat ibunya.  Namun dirinya mendapati sang ibu telah di bacok oleh Jois Togilang pada kepala bagian kiri, lengan kiri, pergelangan tangan bagian kiri, tangan kanan, kaki kiri dan kanan. Kondisi korban pembacokan sangat menggenaskan.

Korbanpun dilarikan ke Puskesmas Waiknuit, Desa Tubuk Rajan, Kecamatan Atadei. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong. Para Medis mengatakan, korban tewas karena mengalami pendarahan hebat. Maria Tere, menghembuskan nafasnya terakhir pukul 16.00 WITA.

Sementara itu, Sekretaris Desa Ile Kimok,  Dominikus Daton kepada pers menjelaskan, Jois Togilang diketahui melaporkan diri menjadi warga Desa setempat pada bulan Juni 2019. Saat melapor diri kala itu, Jois Togilang menyerahkan  bukti surat mutasi kependudukan dari Manado, Sulawesi Utara.

Terduga pelaku pembacokan ini dikabarkan sering membuat keributan bersama keluarga korban dan ketua RT setempat.

“Keluarga korban tidak setuju kalau mereka hidup bersama, karena korban sudah mempunyai suami sah dan memiliki 3 orang anak, 2 laki-laki dan 1 orang putri. Jois Togilang ini juga  pernah  terlibat  perkelahian dengan keluarga korban  namun  diselesaikan secara baik,” ujar Sekdes Ile Kimok, Dominikus Daten.

Hingga berita ini disiarkan, Jo belum juga ditemukan pihak kepolisian setempat. Polisi terus berusah mencari hingga mendapatiannya. (*/gan) 

Komentar ANDA?