Bahu Turap Bakal Ambruk, PMKRI Maumere Saran Optimalkan Jalur Lingkar Luar

0
391

NTTsatu.com – MAUMERE – Arus lalulintas kendaraan bermotor untuk sementara ini antara lain menggunakan jalur alternatif di pesisir pantai, persis pada bahu turap Nangameting-Waioti. Namun kondisi jalan alternatif ini sudah mulai rusak, malah diperkirakan bakal ambruk. PMKRI Maumere menyarankan pemerintah setempat lebih mengoptimalkan jalur lingkar luar.

Penggunaan dua jalur alternatif akibat dari Proyek Pembangunan Jembatan Nangameting di Jalan Sudirman yang merupakan Jalan Trans Flores. Proyek ini menggunakan dana APBN Tahun 2018, yang sementara ini sedang dalam tahap pekerjaan awal yakni pembongkaran bangunan jembatan yang lama.

Ketua PMKRI Cabang Maumere Bentho Ranny menilai pengalihan jalur alternatif melalui bahu turap terkesan tidak melalui sebuah kajian dan pertimbangan yang baik. Dia beralasan pada dasarnya bahu turap tidak layak digunakan sebagai jalur alternatif. Karena sesungguhnya bahu turap berfungsi sebagai penahan ombak.
Terkait kondisi ini, PMKRI Maumere melakukan investigasi lapangan untuk mendapatkan informasi pasti.

Hasil investigasi antara lain menunjukkan bahwa tidak ada sosialisasi kepada masyarakat sekitar terkait pengunaan bahu turap sebagai jalur alternatif. Bentho Ranny menyebut salah satu bukti bahwa Ketua RT 014 Nangameting yang berdomisili di sekitar turap tidak mengetahui adanya sosialisasi tentang hal ini.

Dia juga menyebut bahwa warga sekitar Pasar Senja Wairotang tidak pernah mendapatkan sosialisasi terkait pengalihan jalur alternatif.

“Oleh karena itu PMKRI Maumere mendesak pemerintah untuk mengoptimalkan jalu lingkar luar. Jika tetap memaksakan bahu turap sebagai jalur alternatif, bahu turap itu dalam waktu dekat bakal ambruk,” ungkap Bentho Ranny, Senin (18/6).

Pantauan media ini, jalur alternatif pada bahu turap kini sudah mulai mengalami kerusakan. Ada beberapa titik yang sudah berlubang, dikuatirkan lubangnya semakin membesar dari hari ke hari. Kendaraan bermotor yang melintas jalur alternatif ini harus hati-hati.

Pada jalur alternatif ini sering terjadi kemacetan, terutama pada ruas jalan yang dekat Pasar Senja Wairotang. Di ruas jalan ini, badan jalan sangat kecil, hanya berukuran satu kendaraan roda empat. Persilangan kendaraan di ruas jalan ini sering kali mengakibatkan kemacetan.

Menyusul pembangunan Jembatan Nangameting, setidaknya ada tiga jalur alternatif yang sering digunakan pengendara kendaraan bermotor. Selain bahu turap, jalur lingkar luar, juga alternatif lain yakni ruas jalan dari Centrum yang tembus ke Perumahan Dinas Kantor Pajak. Khusus jalur alternatif yang terakhir hanya boleh dilintasi kendaraan roda dua saja. (vic)

 

Foto: Ketua PMKRI Maumere Bentho Ranny;

Komentar ANDA?