Bali Akan Bangun Bandara di Atas Laut dan 100 Desa Wisata

0
190
Foto: Pantai Kuta di Bali

NTTsatu.com – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, AA Gede Yuniartha Putra menjelaskan selama ini wisatawan lokal maupun mancanegara selalu menumpuk di tempat objek wisata seperti di Denpasar, Gianyar dan Badung.

Dia menjelaskan Pemprov Bali berencana melakukan pemerataan tempat wisata di tiap daerah. Sehingga nantinya wisatawan yang datang tak cenderung menumpuk di objek wisata tertentu.

“Kami akan optimalkan wisata di Bali, perlu adanya pemerataan di seluruh daerah lainnya,” katanya dalam Rakornas Kementerian Pariwisata di Hotel Golden Tulip Bay View Ungasan, Bali, Kamis (4/9).

Dia menjelaskan, untuk melakukan pemerataan di Bali, nantinya akan dibangun sebuah bandara baru di kawasan Buleleng yang berdiri di atas laut. Bandara tersebut juga akan berfungsi untuk mengurangi kepadatan di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Dibangun 2017 nanti. Mudah-mudahan berjalan dan akan dibangun jalan di atas pantai dan laut,” katanya.

Dia menjelaskan untuk mencapai bandara baru tersebut harus memakan waktu sampai tiga jam. Namun, Pemprov Bali akan memudahkan akses sehingga para wisatawan dapat menempuh perjalanan hanya 1,5 jam.

“Ini akan kami percepat dengan akses jalanan baru, akan dipangkas menjadi 1,5 jam,” katanya.

Selain membangun bandara baru, untuk menggaet lebih banyak wisatawan, Pemprov Bali berencana membangun desa-desa wisata. Pada tahun 2018 ditargetkan sudah terbangun 100 desa wisata.

“Sampai saat ini, sudah terbentuk ada 56 desa wisata untuk mencapai 100 desa wisata pada 2018 target kami,” katanya.

Masyarakat yang tinggal di desa wisata nantinya akan dilatih oleh Pemprov Bali sesuai dengan letak desa. Dia mencontohkan apabila masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan akan dilatih untuk menjadi pemandu para wisatawan yang gemar mendaki.

“Bila di desa daerahnya pertanian. Kami akan membuat obyek wisata menanam padi. Pokonya nanti kami sesuaikan dengan daerahnya,” ujarnya. (merdeka.com)

Komentar ANDA?