Balita Tewas Dengan Tubuh Lebam, Polisi Buru Ibu Kandung

0
176

NTTsatu.com – Alif, balita berusia 13 bulan, warga Kampung Kassi di Dusun Bonto Kassi, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa ditemukan tewas dengan kondisi tidak wajar, di beberapa bagian tubuhnya lebam membiru seperti di punggung dan tengkuk atau leher belakang. Termasuk buah zakarnya juga luka lebam.

Senin (21/3) pukul 01.24 WITA, korban mungil ini sementara jalani autopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. Di RS Bhayangkara, tampak Sumarlin, (21) ayah kandung Alif bersama Sariah, (41) ibu kandung dari Sumaring yang juga nenek dari korban serta sejumlah kerabat lainnya menunggu jalannya proses autopsi.

Sementara jajaran Polsek Parangloe mambagi diri. Di antaranya berada di RS Bhayangkara mengantar jenazah Alif, sebagian lagi langsung lakukan olah TKP. Selebihnya mengejar Mila, (17) ibu kandung korban Alif dan Sudirman bapak tiri korban Alif yang saat ini keduanya sudah tidak berada di pondokan tempatnya kerja sebagai pemecah batu di Kampung Kassi.

Kanit Reskrim Polsek Parangloe, Ipda Hasan Fadhly menjelaskan, awalnya Mila ibu kandung Alif membawa balitanya ke Puskesmas Parangloe, Minggu (20/3) sekira pukul 01.00 WITA dengan alasan putra semata wayangnya itu lagi diare. Namun dokter menyatakan balita Alif tiba di Puskesmas sudah dalam kondisi tidak bernyawa lagi.

“Mila kemudian membawa balitanya pulang ke pondokan di tempat kerjanya dan menyampaikan ke keluarganya kalau anaknya itu meninggal karena kecelakaan lalu lintas, jatuh dari mobil. Sementara dari pengamatan selintas dari tubuh korban alif jelas terlihat tanda-tanda kekerasan berupa luka lebam di tubuhnya. Tapi lebih jelasnya kita tunggu hasil outopsi,” kata Hasan yang ditemui di RS Bhayangkara, Senin (21/3) dini hari.

Sementara, Sumarlin ayah kandung balita Alif mengatakan, jenazah balitanya itu tiba di rumahnya dibawa oleh Suta, mantan kakak iparnya. Katanya meninggal dunia karena jatuh dari kendaraan. Tapi setelah jenazah diperiksa, banyak lebam jadi langsung lapor polisi.

Sumarlin mengaku, status pernikahannya dengan Mila belum ketuk palu di sidang Pengadilan Agama tetapi sudah lama hidup terpisah. Mila memillih menikah dengan Sudirman saat dirinya merantau ke Ambon bersama orang tuanya untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

“Saat saya masih di Ambon, Mila mendesak untuk cerai, katanya minta kejelasan status. Kakek saya yang dipaksa bertandatangan bahwa saya setuju ceraikan Mila. Kakek saya bersedia tanda tangan dengan catatan, tetap bisa menemui Alif cucunya tapi rupanya Mila ingkar janji,” kata Sumarlin seraya menambahkan, hingga dirinya kembali ke Makassar dua bulan lalu, Mila sudah menikah dengan Sudirman dan dirinya tidak dibiarkan bertemu Alif hingga akhirnya terjadi peristiwa tragis terhadap putranya. (merdeka.com)

======

Foto: Balita yang tewas itu

Komentar ANDA?