Barangsiapa Ingin Menjadi Besar, Hendaklah Ia Menjadi Pelayan

0
146

Oleh : Rm. Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu Biasa XXIX*, 17 Oktober 2021.

Bac. Yesaya 53: 10 – 11 dan Ibrani 4: 14 – 16.

Barangsiapa Ingin Menjadi Besar, Hendaklah Ia Menjadi Pelayan

Mk 10: 35 – 45.

Kenyataan bahwa banyak kali kita *salah kaprah dalam perjalanan hidup*. Saat masih muda, orang ingin cepat mau berumah tangga. Kenyataan masalahnya kompleks dan bertahan cuma sebentar. Sudah jadi wiraswasta ingin menjadi ASN. Ternyata ada regulasi dan sistem yang tak sesuai. Sudah jalani hidup wadat mau berkeluarga, ternyata dunianya sangat bertolak belakang. Melihat cara hidup yang asing itu terlintas ada kebahagiaan di baliknnya. Padahal *faktanya sangat jauh berbeda* dengan apa yang dibayangkan.

Ketika melihat penampilan Yesus, para murid bayangkan *Yesus sama dengan seorang pejabat teras*. Tidak heran jika tanpa segan Yakobus dan Yohanes, putra Zebedeus ngemis jabatan pada Yesus. Tanpa malu mereka langsung minta posisi kunci di sebelah kanan dan kiri Yesus. Hal yang tak lasim itu menuai kritik keras Yesus. *Mereka tak paham arti kata: Minum dari cawan dan dibaptis* yang diterima Yesus. Dengan gegabah mereka berkata: kami sanggup. Yesus tegas tunjukan sikap dasar-Nya: orang yang ingin jadi besar maka harus menjadi jhamba. Harus *mampu mengabdi kepentingan orang* banyak. Jika tidak maka tak usah mimpi menjadi orang besar

Sejatinya orang kedepankan kualitas pelayanan hidup yang baik. *Kualitas hidup itu akan menentukan posisi kunci seseorang*. Apakah bisa dipercaya atau tidak dengan segala dedikasi yang tanpa pamrih. Ketika tugas dijalani tanpa embel-embel apapun maka orang akan diakui Tuhan. Nabi Yesaya tegaskan tadi: *hamba-Ku itu sebagai orang yang benar*. Akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya. Sebab itu ganjarannya bukan saja apa yang dikejar di dunia tapi posisi mapannya kelak. Yesus sudah menjanjikan bahwa semua itu akan disiapkan oleh Bapa-Nya.

Surat Ibrani hari ini nasihati kita agar teguh berpegang pada pengakuan iman gereja. Kita coba kembali melihat *hakikat panggilan dan perutusan kita* masing- masing. Sebagai para murid Kristus, kita dipanggil untuk melayani Tuhan. Adalah salah jika mengikut Yesus dengan bayangan agar mendapatkan kuasa dan kehormatan. Segala yang dikejar berupa posisi, jabatan maupun pangkat akan membuat orang lupa daratan. Yesus harapkan kita *menampilkan wajah orang yang melayani* dalam beragam bentuknya. Pada titik ini sering orang rasa sulit dan meninggalkan Kristus.

Mari kita tanggapi ajakan Yesus Sang Guru. Kita implementasikan pesan-Nya dalam tugas perutusan kita di tengah masyarakat. Patut bila kita mengoreksi bobot pelayanan kita hingga saat ini. Segala pengorbanan kita akan teruji manakala kita fokus demi kebaikan orang banyak. *Kendalanya, ketika hidup kita sudah mapan, maka kita enggan menerima tantangan*. Kita cendrung berleha-leha bahkan mau menghindari kesulitan dan derita yang menghadang.

Salam sehat di Hari Minggu untuk semuanya. *Tetap taat menjalankan Prokes*. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing-masing dengan kelimpahan kasih sayang, kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita hidup. Amin 🙏🙏🌹✝️🌹🍇🫐🔥🔥🇮🇩🇮🇩

Komentar ANDA?