Barangsiapa Mengikut Yesus Harus Berani Menyangkal Diri dan Memikul Salib

0
240

Oleh : Rm Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu Biasa XXIII, 04 September 2022. Bacaan. Keb 9: 13-18 dan Filemon 9b-10, 12-17 dan Injil  Lk 14: 25-33.

Pebisnis atau pelaku usaha pasti akan cermat buat perhitungan. Merekapun sangat memahami manajemen resiko apakah usaha itu menguntungkan atau alami kerugian. Hal ini perlu untuk menghindari resiko kerugian yang akan terjadi. Karena itu orang harus pahami karakteristik usslaha dari waktu ke waktu. Sebab tujuan orang buka usaha adalah mendapatkan keuntungan yang besar.

Panggilan untuk mengikut Yesus juga harus matang perhitungan sebab resikonya besar. Syarat yang dipatok Yesus itu sangat berat untuk dipenuhi. Karena harus mengikut Yesus secara radikal dimana Yesus menguasai seluruh hidup. Sebab itu segala kepentingan lain harus mengalah dan rela untuk dikesampingkan. Menurut Kitab Kebijaksanaan kemampuan akal budi kita manusia itu terbatas maka seharusnya ditopang oleh kebijsksanaan Ilahi.

Bagaimana tingkahlaku kita pengikut Yesus yang sejati? Selama hidup orang harus punya orientasi jelas ke masa depan. Siapapun manusia, seharusnya sadar bahwa hidup kita tak abadi di atas dunia ini. Dari sebab itu syarat utama yang harus dipenuhi para pengikut Yesus sejati adalah. *Pertama*, harus memiliki sikap lepas bebas. Artinya berani tinggalkan segala ikatan duniawi yang membelenggu diri. Biasanya terkait dengan materi, relasi kekerabatan dan keluarga.

*Kedua*, orang harus berani memanggul Salib dan mengikut Yesus yang tak punya kepemilikan apapun. Pribadi yang teguh komitmennya ikuti Yesus ibarat seorang insnyiur teknik yang bangun gedung. Penganggaran jelas dan cermat sehingga bangunan tidak mangkrak. Sama juga halnya seperti seorang ahli strategi militer di lapangan yang mengatur taktik untuk berperang. Jikalau musuhnya banyak maka personil tempur harus siap lebih banyak lagi.

*Ketiga* orang harus punya ketahanan iman yang teguh. Tak boleh jadi pecundang, tipudaya orang untuk kepentingan tertentu. Kalau saja ada kompromi maka mudah menyerah di tengah jalan karena tuntutan sesuai situasi tertentu. *Keempat*, harus mampu membangun sukacita kasih yang saling meperhatikan. Kekompkan itu dalam tugas sebagaimana dimandatkan Paulus kepada Filemon. Harus menerima Onesimus sebagai teman seiman dalam pelayanan.

Setelah kita bersekutu dalam Pembaptisan, jadilah saksi Kristus yang setia. Sambil menyimak Tema BKSN 2022: *Allah Sumber Harapan Hidup Baru*, ada usaha nyata kita: *Pertama*, mengkritisi situasi di sekitar komunutas gereja paroki terkait dengan mentalitas keagamaan palsu yang menghinggapi umat kita. *Kedua*, dengan segala cara yang beretika, kita berani melawan segala bentuk ketidak adilan yang terjadi saat ini di lingkungan masyarakat kita. *Ketiga*, Perlu tetap bersemangat optimis bahwa Kasih setia Tuhan akan menyertai kita dalam segala usaha baik kita. *Keempat*, Berkat kerahiman Tuhan, kita berusaha untuk merajut kebersamaan dalam kebinekaan karena sama-sama ciptaan Tuhan.

Salam sehat di Hari Minggu buat semuanya. *Tetap taat menjalankan Prokes*. Jika ADA, Bersyukurlah. Jika TAK ADA, BerDOALAH. Jikalau Belum ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih Kurang Ber- SABARLAH. Jika Lebih maka BerBAGILAH. Jika Cukup, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹✝️🌹🎁🛍️🍇🍇🌽🎉🔥🔥🤝🤝🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?