Barangsiapa Tidak Melawan Kita, Dia Ada di Pihak Kita

0
530

Oleh: Rm Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu Biasa XXVI*, 26 September 2021. Bac. Bil. 11: 25 – 29 & Yakobus 5: 1 – 6. Dan Injil  Mk 9: 38-43,45, 47-48

Yohanes XXIII (1881-1963) adalah Paus penggagas dan pembuka reformasi gereja secara total lewat Konsili Vatikan II. Semangatnya adalah *Agiornamento: gereja senantiasa memperbaharui diri, ecclesia semper reformanda*. Beliau sangat dihargai di lingkungan gereja Protestan dan gereja Anglikan karena jasanya untuk menyatukan gereja yang terpecah. Ketika mau diproses untuk digelarkan kudus orang Protestan dan eropa utara menentang. *Biar dia menjadi peminpin agama untuk semua orang*.

Menurut para murid, Yesus itu milik mereka secara eksklusif. Mereka sangat picik berpikir ketika ada orang bikin mujizat.*Orang yang bukan pengikut Yesus mengusir setan dalam nama-Nya*. Sebab itu mereka larang karena orang itu tak masuk kalangan mereka. Akan tetapi Yesus menjawab: *Jangan kamu cegah dia*. Sebab tak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, seketika itu juga dapat mengumpat Aku.

Dengan pemahaman seperti ini Yesus mau menegaskan kehadiran-Nya. Dia datang bukan saja untuk para pengikut-Nya melainkan juga untuk semua orang lain. Mereka itu *biarpun tak percaya tapi menghidupi sejumlah nilai utama* yang menjadi tuntutan umum. Tak lain adalah kebaikan, kebenaran dan kejujuran, bukan hidup melawan arus seperti yang ditegaskan rasul Yakobus. Baginya, emas dan perak mereka sudah berkarat. Orang hidup dalam kemewahan dan tak peduli dengan orang lain. Bahkan menghukum dan membunuh orang jujur. Perilaku hidup seperti ini yg harus dipotong.

Terkadang kitapun bertindak seperti para murid Yesus. *Rasanya tak nyaman kalau orang lain mengexpresikan imannya*. Kita perlu sadar dan bertanya: sejauh mana pemahaman kita, apakah Yesus itu hanya milik kita saja? Yesus mau *agar aroma kebaikan itu menyebar luas lewat semua orang*. Kita lihat kenyataan yang ada di republik ini. Antara satu sama lain, kita berbeda dalam penghayatan iman. Namun dituntut dari siapapun kita harus mampu mewujudkan semangat hidup yang toleran, rukun dsn damai.

Sikap Yesus tegas dan keras dalam injil hari ini. *Tak boleh menyesatkan orang lain*. Jika orang membuat penyesatan maka lebih baik ikat dengan batu kilangan dan buang ke dalam laut. Jika tangan dan kakimu menyesatkan penggallah. Jika matamu meyesatkan cungkillah. *Lebih baik dengan tangan, kaki dan mata sebelah masuk dslam surga* dari pada dengan utuh kedua tangan dan kaki serta bermata dua dicampakan ke dalam neraka.

Salam sehat di Hari Minggu untuk semuanya. *Tetap taat menjalankan Prokes*. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing-masing dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita hidup. Amin 🙏🙏🌹✝️🌹🍇🫐🔥🔥🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?