Baru 19,65 Persen Anak Usia Dini Terlayani

0
234

KUPANG. NTTsatu.com – Hingga saat ini tercatat jumlah Anak Usia Dini di seluruh provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 420.871 0rang. Dari jumlah anak usia dini tersebut, baru sebanyak 82.740 atau 19,65 persen anak yang terlayani.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk yang dihubungi Senin, 4 Mai 2015 menyatakan, jumlah anak usia dini di NTT memang baru sedikit saja terlayani. Karena itu dia terus berjuang bersama seluruh jajarannya di kabupaten/Kota agar anak-anak usia dini itu harus mendapatkan pelayanan sehingga kemampuan mereka harus dipersiapkan sejak dini.

Sesuai data yang diperoleh dari Dinas P dan K Provinsi NTT, sebaran anak usia dini itu

hampir merata di seluruh NTT. Data lembaga yang mengurus Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Non Formal di NTT tahun 2014 tercatat sebanyak 4.142 buah. Perinciannya: TK sebanyak 1.256 buah, KB (Kelompok Bermain) sebanyak 2.619, Tempat Penitipan Anak (TPA) sebanyak 41 dan SPS sebanyak 424 buah. Mereka dilayani oleh 8.284 rang tutor.

Sementara sesuai data yang sama, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di NTT terbesar berada di kabupaten Flores Timur yakni mencapai 64,96 % disusul Kabupaten Kupang 63,13 %, Ende: 61,56 %, Sumba Timur: 52,96 %, Kota Kupang: 51,03 %, Alor: 50,59 %, Timor Tengah Utara: 48,76 %, Rote Ndao: 48,62 %, Sikka: 46,77 %, Manggarai:45,99%.

Selanjutnya, Sumba Barat: 43,77 %, Ngada:41,59 %, Timor Tengah Selatan: 40,01 %, Belu: 39,55 %, Manggarai Barat: 39,14 %, Lembata:37,80 %, Manggarai Timur: 24,24 %, Sumba Tengah: 21,48 %, Nagekeo: 19,86 %, Sumba Barat Daya: 16,57 % dan terendah di Kabupaten Sabu Raijua yang hanya 14,88 %.

Sementara Kepala Bidang PAUDNI dan PNF PK Dinas P dan K Provinsi NTT, Beny Wahon yang ditemui sebelumnya menjelaskan, data Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Non Formal di NTT tahun 2014 tercatat, jumlah lembaga yang menangani sektor ini terdiri dari SKB sebanyak 23 buah yang tersebar masing-masing 1 buah di semua kabupaten/kota di NTT kecuali Timor Tengah Selatan (TTS) yang memiliki 2 SKB.

Kemudian lanjut Beny Wahon, PKBM sebanyak 310 buah yang tersebar di seluruh NTT dimana terbanyak di Kabupaten Kupang yakni 38 PKBM. Selanjutnya TBBA terdata sebanyak 209 buah. Semunya dilayani oleh sedikitnya 2.170 tutor. Sedangkan Lembaga Kursus di NTT terdata sebanyak 362 lembaya yang dikelola oleh 362 pemilik dengan tutur juga sebanyak 362 orang.

Menurut Beny Wahon, pihaknya terus berusaha agar pendidikan bagi anak-anak usia dini harus diperhatikan dengan baik. Alasannya, jika anak-anak itu sejak usia dini dibekali dengan pendidikan yang baik maka ketika di besar nanti dia sudah memiliki bekal yang cukup untuk berusaha dan berjuang menjadi orang baik pintar dan baik.

“Pendudukan untuk anak-anak usia dini itu harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh sehingga mereka memiliki dasar yang kuat untuk pendidikan selanjutnya,” kata Beny Wahon. (bop)

 

Komentar ANDA?