Baru Flotim Yang Terapkan Satu Desa Satu Paud

0
247
Foto: Bunda Paud NTT, Ny. Lusia Adinda Lebu Raya ketika sedang memukul gong untuk menutup kegiatan HAI, Jumat, 28 Oktoer 2016

SOE. NTTsatu.com –  Hingga saat ini, baru kabupaten Flores Timur (Flotim) yang memiliki lembaga PAUD (Pedidikan Anak Usia Dini) di setiap desa, Sementara 21 kabupaten/kota di seluruh Provinsi NTT belum memiliki PAUD di setiap desa.

Pernyataan itu disampaikan Bunda PAUD NTT, Lusia Adinda Lebu Raya dalam sambutannya ketika menutup seluruh rangkaian kegiatan Hari Aksara Internasional (HAI) Tingkat Provinsi NTT di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Jumat, 28 Oktober 2016 pagi.

Lusia yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT dan istri Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menyatakan, PAUD merupakan sebuah lembaga pendidikan non formal yang sangat penting manfaatnya, karena itu program setiap desa memiliki PAUD harus segera dilaksanakan.

“Kita inginkan agar setiap desa memiliki masing-masing satu PAUD. Dan hari ini kita canangkan agar segera dilaksanakan di setiap kabupaten/Kota,” kata Lusia Adinda Lebu Raya

Menurut Adinda, Pendidikan Anak Usia Dini tidak boleh disepelekan. Karena dari awal pendidikan ini yang akan membuat anak-anak lebih mudah beradaptasi dan berakal Budi.

“Penddikan harus dimulai dari usia dini. Kita harus sudah mendidik anak dari usia dini sehingga ketika mereka besar dan melanjutkan pendidikan, mereka sudah cukup dipersiapkan. Teritama pendidikan aklak, mental dan budi pekerti anak-anak,” katanya.

Semenara Bunda PAUD Kabupaten TTS, Ny. Mella mengatakan,
pemberantasan buta aksara harus dilaksanakan untuk membangun Indonesia yang baik dengan menjadikan orang-orang yang tidak berpendidikan, putus sekolah untuk masuk kembali ke sekolah dalam usia berapapun.

“Kita harus mulai menanamkan bekal itu kepada anak sejak mereka masih kecil sehingga ketika mereka sudah sampai pada usia sekolah, mereka sudah akrab dengan sekolah dan mudah mdenyerap ilmu,” kata Ny. Mella.

Dia mengakui, Paud sebagai ujung tombak penanaman nilai-nilai keagamaan, budi pekerti dan hal-hal positif lainnya. (rin/bp)

Komentar ANDA?