Basarnas Maumere Hentikan Pencarian Nelayan Hilang

0
497

NTTsatu.com -MAUMERE – Tim Basarnas Maumere bersama tim gabungan dari sejumlah instansi terkait, memutuskan menghentikan operasi pencarian Antonius Febrianto Lero, nelayan yang hilang sejak Senin (11/6) lalu. Keputusan itu berdasarkan aturan UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. 

Kepala Kantor Basarnas Maumere I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 7 hari. Mengingat tanda-tanda korban ditemukan sangat kecil, dan operasi SAR dianggap sudah tidak efektif, maka operasi pencarian ditutup.

“Saya nyatakan menutup operasi pencarian nelayan yang hilang. Namun apabila di kemudian hari ada temuan atau tanda-tanda korban, maka operasi SAR dapat dibuka kembali,” demikian I Putu Sudayana sebagaimana keterangan pers yang dikirim Humas Basarnas Maumere Yudha Kusuma, Minggu (17/6).

Dia mengatakan operasi SAR dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Maumere, Lanal Maumere, Polair Sikka, BPBD Sikka, Tagana Sikka, PMI Sikka, serta nelayan setempat. Selama 7 hari upaya yang dilakukan sudah maksimal, di mana pencarian di lokasi kejadian hingga menyisir garis pantai.

I Putu Sudayana menyampaikan terima kasih kepada tim gabungan yang telah melaksanakan operasi pencarian, terutama personil yang meski melaksanakan ibadah puasa tetapi tetap semangat menjalankan misi kemanusiaan. Bagi dia, realitas tersebut sesungguhnya menunjukkan operasi pencarian tersebut bernilai ibadah.

Sebagaimana diberitakan, Antonius Febrianto Lero, berusia 19 tahun, warga Dusun Magelo’o Desa Reroroja Kecamatan Magepanda, hilang di perairan Nangahure. Saat itu dia bersama 4 orang nelayan lain turun melaut mencari ikan sejak pagi hari.
Informasi yang dihimpun, sejak pukul 12.00 Wita, 5 nelayan ini beristirahat di atas kapal motor yang digunakan untuk mencari ikan atau dalam bahasa nelayan setempat disebut dengan kelong. Kira-pukul 15.50 Wita, juragan bangun tidur, dan saat itu tidak melihat korban di atas kelong. Juragan dan nelayan lain langsung melakukan pencairan, namun tidak berhasil menemukan Antonius Febrianto Lero. (vic)

 

Foto: Suasana pencarian nelayan hilang di perairan Nagahure beberapa waktu lalu

Komentar ANDA?