BEASISWA GRATIS 4 TAHUN UNTUK MAHASIWA PERHOTELAN

0
315

NTTSATU.COM — JAKARTA — Istilah ini cukup banyak digunakan untuk promosi kursus bersertifikat. Siswa (lulusan SMA/SMK) diberikan kursus 1-2 tahun di bidang perhotelan. Mereka lalu diterjunkan untuk langsung kerja. “Mereka kerja tetapi taraf keterampilan mereka hanya sekadar operator yang selevel D1 dan D2. Mereka tidak bisa mencapai jabatan tertinggi meski sangat profesional karena ijazha mereka hanya SMA ditambah kursus yang selevel diploma”, demikian seorang pegiat perhotelan memberi kesaksian.

Stereotip inilah yang diubah oleh Akademi Perhotelan Tunas Indonesia (APTI). Jelasnya, apakah para lulusan SMA/SMK itu harus puas saja dengan sertifikat? Mengapa proses kerja mereka tidak ‘disertifikasi’ ke jenjang pendidikan formal seperti D4 (Sarjana Terapan?) Hal itu akan menjadi penting untuk peningkatkan karier di kemudian hari.

Hal inilah yang mendorong Mr Heru Setiawan, Owner Hotel Paragon Jakarta, Hotel Paragon Bali dan Hotel Paragon Yogyakarta untuk memulai sesuatu yang berbeda. Yang dimaksud, didirikanlah Akademi Perhotelan dengan model “Hotel School”. Para mahasiswa bekerja dengan perbandingan 70% praktik dan 30% teori. Tanpa disadari, waktu berganti, mereka pun dapat memiliki title “S.Tr” alias Sarjana Terpaan. Hal itu sudah diakui Kemendikbudristekdikti dengan memberikan izin Nomor 244/D/OT/2022 tertanggal 23 Agustus 2022.

“Izin ini merupakan sebuah proses panjang. Sejak 2018, ada niat serius untuk memulai proses ini. Syukur kepada Tuhan, setelah proses yang panjang itu, akhirnya kabar gembira itu datang dengan diserahkannya SK di LLDikti IV Bandung, pada Jumat, 2 September 2022 pkl 15.30” demikian tutur Robert Bala.

Kepada 12 Ketua Badan Penyelenggara dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Wilayah Banten dan Jawa Barat ini, M. Samsuri, Ketua LLDIKTI IV mengharapkan kepada Badan Penyelenggara yang menerima Izin agar bekerja keras dalam dua tahun mendatang. “Izin yang ada merupakan pengakuan akan proses praakreditasi. Diharapkan 2 tahun kemudian badan penyelenggara segera bekerja keras agar diakreditasi kembali”, demikian tngasnya.

Dari Hotel ke Akademi Perhotelan

Kehadiran APTI sebagai Hotel School sebenarnya merupakan hal yang berbeda dari kebanyakan akademi atau sekolah perhotelan. Owner Hotel Paragon Jakarta dan Bali misalnya telah lama terlibata dalam dunia perhotelan. Ada aneka pengalaman mengelola hotel termasuk menerima siswa/ mahasiswa untuk melaksanakan magang. Setelah periode yang cukup dan pengalaman yang mumpuni, akhirnya Owner, Heru Setiawan, memutuskan untuk mendirikan sendiri Akademi Perhotelan dengan model “Hotel School”.

Terkait rahasia lain dalam pengelolaan perhotelan, sarjan Teknik lulusan dari Jerman ini mengatakan, para pengelola hotel tidak saja mengetahui soft skill (berupa Food and Beverage, House Keeping, Room Management, dan Front Office), tetapi harus juga mengetahui struktur bangunan dan hotel dan perawatan terhadap gedung. “Perawatan yang baik dan pemahaman tentang struktur bangunan akan memungkinkan adanya inovasi dalam hotel tersebut”, demikian Presiden Direktor dari PT Kerta Angsana yang membawahi Hotel Paragon Jakarta ini.

Kekutan lain dari APTI – HPJ adalah adanya penerpaan Hotel School dengan pembelajaran hampir 70% diselenggarakan di Hotel. Dengan demikian para mahasiswa tidak lagi berkutat pada teori atau sekadar praktik pada ‘shoow room’ seperti di banyak Akademi atau Sekolah Perhotelan. Di APTI, ‘my hotel is my laboratory’.

Terbuka untuk ABK dan Karyawan

Akademi Perhotelan yang terletak di Jl. Raya Jombang no 18 Bintaro Sektor IX Tangerang Selatan serta tempat praktik di Hotel Paragon Jakarta yang terletak di Jl. KH. Wahid Hasyim No.29, RT.14/RW.6, Kb. Sirih, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340, Indonesia, memiliki 3 kategori.

Pertama, kelas reguler diselenggarakan di 2 tempat yaitu: Kampus (Jl. Raya Jombang no 18 Bintaro Sektor 9) dan Hotel Paragon Menteng Jakarta. Para siswa akan menghabiskan sebagian besar waktu belajar di Hotel menangani bidang Food and Beverage, House Keeping, dan Front Office. Mereka akan melakukan alur: belajar – refleksi – belajar – refleksi. Apa yang dialami di tempat kerja kemudian direfleksikan dalam kelas dan selanjutnya akan diperbaiki.

Atas pola seperti ini maka pembelajaran praktik yang diselenggarakan di Hotel Paragon misalnya akan melewati proses perkenalan (pertemuan 1 – 3), selanjutnya praktik di bidang pilihan (4 – 7) dan kemudian mahassiwa melaksanakan UTS pada pertemuan 8. Pada pertemuan 9 – 14, adakan ada cross teaching-learning di mana mahasiswa akan saling belajar pada bidang berbeda dibimbing oleh temannya yang sudah mendalami bidang tersebut. Kegiatan ini akan diakhiri dengan laporan yang sekaligus menjadi ujian bagi mahasiswa.

Kedua, untuk karyawan hotel yang ingin menjadi sarjana terapan, juga dibuka peluang untuk mengembangkan ilmunya dengan belajar sambil bekerja, bekerja sambil belajar. Para mahasiswa akan melaksanakan model pembleajaran asinkronus di mana mereka bisa mengakses pembelajaran anytime, anydevice, dan anywhere. Dengan kemudahan itu mereka bisa belajar melengkapi model yang diberikan.

Untuk mahasiswa dimaksud akan memiliki tutor atau pendamping di hotel ia bekerja. Meski demikian mereka akan melakukan praktik pada hari Sabtu – Minggu di Hotel Paragon. Proses seperti ini akan sangat sejalan dengan Kampus Merdeka di mana para mahasiswa dapat mengonversi pengalaman bekerja menjadi SKS.

Ketiga, APTI juga membuka untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Sebagaimana namanya, banyak anak ABK yang sangat telaten dan serius mendalami satu pekerjaan. Dengan mereka akan difokuskan pada satu bidang yang membuat mereka sangat cekatan dan profesional pada bidangnya.

Pendampingan ABK ini tidak akan susah karena Sekolah Tunas Indonesia yang berdiri sejak 1996, sudah terkenal sebagai sekolah inklusi. Dengan demikian pengalaman itu akan lebih meyakinkan untuk mendampingi ABK secara sangat profesional.

Kuliah 17 Oktober 2022

APTI Hotel School akan memulai kuliah berbeda dari perguruan tinggi umumnya. Hal ini selain karena SK baru diterima 23 Agustus, tetapi juga hal ini sengaja direncakanan untuk memungkinkan mahasiswa yang belum diterima untuk memiliki waktu memutuskan untuk kuliah.

APTI juga menawarkan beasiswa penuh mencakup SPP dan SKS untuk 5 mahasiswa berprestasi tetapi berasal dari keluarga tidak mampu. Beasiswa itu berlangsung selama 4 tahun sampai tamat, tentu saja dengan syarat agar penerima beassiwa dapat menjaga IP tidak kurang dari 3.00.

Ada juga beasiswa 100% SPP untuk 10 siswa pendaftar pertama. Kesempatan inilah yang akan dimanfaatkan calon mahasiswa untuk secepatnya menguploadkan data-datanya ke link pendaftaran: bit.ly/3Sc2mev

Sekali lagi diharapkan agar mahasiswa dapat memanfaatkan peluang ini untuk segera mendaftar dan tidak sampai terlambat.

Mendengar informasi ini, seorang bapak yang pernah berencana mendaftarkan anaknya untuk masuk ke program D4 Perhotelan di sebuah Sekolah Tinggi Pariwisata di Jakarta. Menurutnya untuk dapat kuliah di Perhotelan dibutuhkan minimal 35 juta pada semester pertama. Hal itu sangat berbeda dengan APTI yang dengan kualitas yang sama hanya meminta Rp 16.900.000 di semester awal (itupun bisa dicicil 3x).

Bahkan untuk dana tersebut (Rp 16.900.000) akan dapat potongan SPP 100% (Rp 6.000.000) sehingga hanya membayar Rp 10.900.000 saja pada semester pertama. Dan lebih menarik lagi, bila berhasil menjadil 5 terbaik, maka masih dipotong Rp 7.500.000 sehingga hanya membayar Rp 3.400.000.

Jangan lupa manfaatkan kesempatan sebelum terlambat di APTI HOTEL SCHOOL, Kampus Bintaro – Tangsel dan Menteng Jakarta. (RB, 2/9/2022).

Komentar ANDA?