Bekas Anak Murid di STFK Ledalero Lantik Gurunya Jadi Rektor Unwira

0
6627
NTTSATU.COM — KUPANG — Ada yang istimewa dan luar biasa dari pelantikan Rektor Unwira Kupang, Jumat (24/9). Seorang bekas murid ketika masih belajar Filsafat-Teologi di STFK Ledalero, Pater Yulius Jasinto, SVD, MA, M.Si, selaku Ketua Yayasan Pendikan Arnoldus (Yapenkar) Kupang, melantik guru/ pembinanya, Pater Dr Philipus Tule, SVD, menjadi Rektor Unika Kupang periode kedua 2021-2025.

 

Pelantikan Pater Dr Philipus Tule, SVD, sebagai Rektor Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, berdasarkan SK Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus Kupang Nomor : 197/YBKK-BP/XL/KEP/IX/2021, tertanggal 22 September 2021, yang diteken oleh Ketua Yapenkar Pater Yulius Jasinto, SVD.

“Saya tidak pernah menyangka, hari ini saya melantik mantan guru dan pembina saya di STFK Ledalero tahun 1984, Pater Dr Philipus Tule, SVD, sebagai Rektor Unwira Kupang periode kedua 2021-2025,” kata Pater Yulius dalam sambutannya.

Dia menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas jasa-jasa Pater Philipus dalam memajukan Unwira pada periode pertama sebagai rektor. Dan, “Proficiat atas kepercayaan kepada Pater Philipus untuk memimpin Unwira lagi di periode kedua, 4 tahun ke depan,” kata mantan Rektor Unwira ini.

Menurut dia, selama pengabdian sebagai rektor periode 2017-2021, Pater Philipus telah menunjukan dedikasi, komitmen dan kerjasama memajukan Unwira Kupang sehingga makin terpercaya dan berkembang dari waktu ke waktu.

“Tugas mulia telah dijalankan dengan sebaik-baiknya dan sukses hingga menjelang usia pancawindu Unwira tahun 2022. Pelantikan ini juga bertepatan dengan dies natalis Unwira ke-39. Mari kita saling mendukung dan terus bekerjasama untuk kemajuan dan kejayaan Unwira sepanjang masa,” tegas Pater Yulius.

“Momentum dies natalis ke-39 hari ini sangat istimewa karena ditandai dengan pelantikan Pater Philipus sebagai rektor Unwira masa bhakti kedua. Terima kasih untuk seluruh mitra Unwira dan Yapenkar Kupang,” kata Pater Yul, menambahkan.

Target 50 Doktor

Pater Dr Philipus Tule dalam sambutannya juga mengaku bangga bisa dilantik menjadi rektor oleh bekas anak muridnya di STFK Ledalero. “Saya bangga anak murid saya telah jadi orang besar sekaligus pimpinan saya dan hari ini melantik saya hari ini melantik saya jadi rektor,” tutur Ahli Islamologi ini.

Dia pun berterima kasih kepada senat dan Yapenkar Kupang yang masih mempercayakan dirinya memimpin Unwira untuk periode kedua. “Padahal saya sudah usia lanjut tapi masih dinilai layak dan mampu. Karena dari aspek psikologi, level terbaik usia hidup manusia adalah 60-80 tahun, yang bisa berpikir dan bertindak secara bijak. Apalagi otak kiri dan kanan lebih seimbang dan fleksibel untuk bisa mengambil keputusan yang bijak dan tepat. Pemimpin sukses biasanya ada di usia senja,” jelas Pater Dr Philipus, disambut tepuk tangan hadirin.

Dia juga menyatakan akan menerapkan standar mutu dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan pola kerjasama dengan semua komponen Unwira dan mitra, agar memenuhi kualifikasi kurikulum nasional dan sesuai renstra Unwira.

“Kita akan lebih serius meningkatkan kinerja penelitian dan riset. Juga kualifikasi tenaga pengajar. Target saya, empat tahun ke depan Unwira punya 50 doktor dan profesor. Sekarang sudah 36 doktor. Kalau belum tercapai target dalam 4 tahun ke depan, saya akan berhenti lebih awal,” tegas Pater Philipus.

“Sy butuh dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, juga sesama pimpinan Perguruan Tinggi demi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di NTT, dan Unwira menjadi perguruan tinggi swasta yang maju dan bermutu di Indonesia,” tegasnya, menambahkan.

Kerjasama Riset

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, atas nama Gubernur Voktor Laiskodat dan rakyat NTT menyampaikan proficiat kepada Pater Dr Philipus Tule, SVD, yang hari ini dilantik menjadi Rektor Unwira masa bhakti 2021-2025.

Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT selalu berusaha bekerjasama dengan Unwira dan perguruan tinggi lainnya di NTT, terutama dalam hal penelitian dan riset yang kontekstual. Karena riset membantu memberi arah pembangunan.

“Pelantikan Rektor Unwira ini menjadi momentum merapatkan kekuatan dan memantapkan diri untuk membawa Unika lebih berdaya saing dengan perguruan tinggi lain, dengan semangat pelayanan yang tulus,” kata Wagub Nae Soi. (MN/bp)

Komentar ANDA?