Berbahagialah Mereka yang Tidak Melihat Namun Percaya

0
713

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr

*Hari Minggu Paska II, 07 April 2024*. Bacaan. Kisra 4: 32-35 dan 1Yoh 5: 1-6 dan Injilย ย Yoh 20: 19-31.

Orang buta jelas tak bisa melihat. Dia sangat percaya dan mengandalkan sarana bantu yang dipakai atau orang yang menuntunnya. Sebab ada keyakinan bahwa dalam situasi nasibnya yang malang tentu tak ada yang berniat jahat mau mencederainya, sehingga mereka bebas menjalani seluruh aktivitasnya. Berbeda dengan kita manusia yang normal biasanya tak lekas percaya apa pun yang diminta jikalau tanpa bukti. Sebab itu sering membuat orang meragukan sesama bahkan tak percaya.

Kehidupan jemaat perdana sungguh didasari pada “iman dan pembaptisan”. Sejak saat itu persekutuan menjadi ciri khas kebersamaan tiap hari dalam Doa dan pemecahan Roti secara bergilir dari rumah ke rumah. Cara hidup yang serupa itu ditunjukan Petrus dan kawan-kawan dalam komunitas para murid perdana. Model kehidupan seperti ini sungguh menarik bagi kelompok kecil yang bakal menjadi sangat besar. Mereka sungguh merasakan Kerahiman kasih Ilahi Allah. Selama hari pekan suci, kita sudah merenungkan wafat Tuhan Yesus yang menebus dosa kita dan pada hari Raya Paska hendak memberikan kita semangat baru.

Segala peristiwa yang dialami Yesus merupakan bukti Kerahiman Allah bagi kita. Pada hari Minggu Kerahiman ini memberikan kita gambaran baru tentang Yesus yang bangkit dengan lambung-Nya yang terbuka mengalirkan warna warni cahaya: Putih, Merah dan biru demi menyucikan dunia yang timbul tenggelam di dalam kegelimangan dosa. Itulah tanda Kerahiman Ilahi yang sesuai narasi injil Yohanes tadi. Yesus yang bangkit dan menampakan diri-Nya menghadirkan *Shallom*, atau “Damai sejahtera” bagi para murid yang galau lantaran takut dalam persembunyian.

Di saat penampakan Yesus, Thomas tak hadir dan ketika para rasul lain beritau dia tentang Yesus yang bangkit menjumpai mereka, dia tidak percaya. Yesus tak mencela atau menghukum dia yang menyangkal Keallahan-Nya tapi DIA mengampuni salah mereka seraya mengutus mereka agar pergi jadi duta kerahiman. Mereka harus mewartakan pengampunan dosa kepada semua orang dan delapan hari kemudian barulah Yesus menunjukan belas kasihan-Nya kepada Thomas atau Didimus yang ragu itu. Jika menyangkal kebangkitan berarti orang mengingkari Keilahian Yesus.

Pemahaman Iman gereja sebagai wujud persekutuan terletak pada dasar kebangkitan yang membuka jalan menuju kepada keselamatan. Yesus menegur Thomas dengan lembut sambil meminta dia agar mencucukan jarinya ke dalam lambung Yesus. Thomas tanggapi tindakan belas kasih Tuhan ini dengan pengakuan iman yang luar biasa dalam *ya Tuhanku dan Allahku*. Atas pengakuan itu maka Yesus benahi iman mereka dan menjadikan mereka sarana keselamatan. Bersama rasul Thomas, Yesus mengutus mereka pergi mewartakan injil dan pengampunan dosa.

Gereja masa kini didominasi kaum milenial. Diharapkan mereka miliki militansi dan ketangguhan iman. Adanya semangat saling mengasihi dan meneguhkan membuat sukacita injil bisa bertumbuh subur. Selain rasa bersatu pula segala pengalaman yang meragukan dan krisis iman akan mendapatkan solusinya yang tepat. Tidak perlu orang berhamba kepada kekuatan dunia yang sulit membebaskan. Orang sangka kuasa manusia lebih besar dari Tuhan ternyata hidup bertambah merana. Semakin minim pemahaman tambah lagi dipengaruhi ajaran palsu maka sangat mudah orang berkianat. Sebab itu orang harus mendasarkan diri pada persekutuan dengan Kristus.

Ciri khas murid Kristus adalah rasa saling percaya dan hidup saling mengasihi bukan saling melecehkan. Berbagai karunia Ilahi telah dianugerahkan Allah agar kita mampu memperjuangkan nilai kebenaran. Meskipun tak selamanya kabar baik itu didengarkan tapi Yesus tetap menampakkan Diri-Nya agar mampu terbangun budaya sukacita kasih di atas bumi. Dengan sendirinya kerahiman Allah mengarahkan hati dan budi kepada sengsara dan wafat Kristus. Yesus yang terluka di salib mengalirkan air dan darah dari lambung adalah sumber keselamatan sejati. Sebab itu kita secara kontinue membenahi diri dalam semangat kerahiman Ilahi yang setia mengampuni kita. Apa yang bisa dibuat guna menolong sesama keluar dari krisis?

*Salam Seroja, Sehat Rohani dan Jasmani* di Hari Minggu buat semuanya. Jikalau ADA, Bersyukurlah. Jika TIDAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGI LAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐ŸŒน๐ŸŒนโœ๏ธ๐Ÿชท๐Ÿชท๐Ÿค๐Ÿค๐ŸŽ๐Ÿ›๏ธ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?