Bersama Rafael, Ansar Patok Kemenangan Diatas 60 Persen

0
193
Foto: Pengurus partai Nasdem dan partai Golkar Sikka berpose bersama usai silaturahmi.

NTTsatu.com – MAUMERE – Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera yang sudah memastikan diri maju menjadi calon bupati Sikka kembali di tahun 2018 menargetkan kemenangan di atas 60 persen bila diri nya berpasangan dengan Rafael Raga,SP yang saat ini menjabat ketua DPRD Sikka.

Dikatakan Ansar, partai Nasdem yang diketuainya hanya mengusungnya menjadi calon bupati Sikka sementara untuk calon wakilbupati Sikka partai berkeinginan meminang Rafael Raga yang nota bene merupakan ketua DPD II Partai Golkar Sikka.

“Jadi ini motivasi saya mengapa saya hanya punya minat untuk melamar Rafael Raga sebagai partner saya dan bahwa partai Golkar mempunyai pertimbangan lain itu nanti kami kembali ke Golkar,” ungkapnya.

Ansar sapaannya dalam konferensi pers usai silaturahmi pengurus partai Nasdem dan partai Golkar Sikka Sabtu (27/5/2017) menyebutkan, semua pengurus partai Nasdem baik di kabupaten hingga pusat sudah menyetujui bahkan bila perlu deklarasinya dipercepat paket ini dipercepat.

“Hari ini kami datang bersilaturahmi untuk bersama–sama mengusung figur yang akan berpasangan dalam Pilkada 2018 nanti,” tegasnya.

Rafael Raga, ketua DPD II Partai Golkar Sikka juga merasa simpatik dan tertarik untuk berkoalisi sebab selama ini melihat kepemimpinan bupati Ansar sampai sejauh ini belum tersandung persoalan hukum.

Selain itu, lanjutnya, Ansar juga merupakan seorang birokrasi yang memulai karirinya dari bawah sementara dirinya belum memiliki pengalaman itu dan hanya memiliki pengalaman legislatif selama 3 periode dan dua kali memimpin DPRD Sikka.

“Menjadi kepala pemerintahan berarti dia memimpin eksekutif dan Ansar sudah memiliki pengalaman mulai dari camat,sekda,wakil bupati dan bupati sehingga sangat paham persoalan birokrasi,” tandasnya.

Proses komunikasi silahkan berlanjut mekanismenya seperti apa sambung Rafael, namun kita tetap berpegangan kepada koridor partai dan kalau di kalangan kader Golkar ada yang memiliki ektabilitas lebih tinggi tentu partai juga akan menentukan pilihan yang sesuai pertimbangan partai.

Saat ditanyai apakah Golkar juga membangun komunikasi dengan PDIP? Rafael menegaskan, membangun komunikasi memang ada, tapi melangkah lebih jauh ke arah pencalonan belum dilakukan.

“Nanti setelah kita adakan rapat baru akan melakukan kunjungan balasan ke partai Nasdem dan memberikan jawaban pasti,” pungkasnya.(ebd)

Komentar ANDA?