Bertobatlah dan percayalah kepada Injil

0
420

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu I Prapaska, 19 Februari 2024*. Bacaan. Kej. 9: 8-15 dan 1Petr 3: 18-22 dan Injil  Mk 1: 12-15.

Kita sering dengar istilah *Ukom Jafung* yang berarti Uji kompetensi jabatan fungsional. Sejatinya adalah proses untuk mengukur pengetahuan, ketrampilan serta sikap kerja pejabat fungsional oleh tim penguji. Tuntutan ini dilakukan dalam rangka memenuhi syarat kenaikan jabatan berjenjang setingkat lebih tinggi. Luar biasa kalau kita mereviuw segala hal menarik dari awal tugas. Dampaknya juga amat variatif. Ada yang sudah menggapai sukses, ada juga yang ternyata melenceng keluar jauh dari harapan.

Berbeda dengan penginjil lain yang lebih detil, kisah Markus agak pendek. Sebab dia mau fokus pada karya pelayanan Yesus dari pada pengajaran-Nya. Tak heran jika rasa peduli Yesus begitu besar. DIA mau menunjukan perhatian besar kepada orang banyak, mengadakan mujizat dan menyembuhkan yang sakit. Markus mau mengajak kelompok pembacanya agar percaya kepada Yesus Putera Allah. Sebab orang Yahudi cuma melihat Yesus sebagai pembuat mujizat sehingga mereka gagal fokus akan diri Yesus Anak Allah.

Bacaan ini hari pun singkat, tapi sarat pesan bermakna. Yesus berada di padang gurun pasir Yudea yang luas menantang di timur tengah. Tak ada tanda-tanda jelas kehidupan apapun di sana: lalu bagaimana orang bisa bertahan hidup? Air minum tak ada. Pemukiman sekitar pun tak ada. Barangkali disitu cuma ada binatang liar di goa goa karang. Kesempatan emas itu dimanfaatkan Setan yang licik dan cerdik untuk mencobai kesetiaan Yesus. Dalam situasi itu Tuhan Allah sungguh memperhatikan hati orang yang lurus dan tulus. Pada saatnya para malaikat pun datang melayani Yesus.

Allah telah mengikat penjanjian dengan Nuh dan keturunannya dalam Kitab Kejadian. Allah menegaskan: “yang hidup tak akan ada lagi yang dilenyapkan Allah”. Perjanjian itu ditandai Allah dengan menaruh busur di awan agar setiap manusia tetap ingat. Tuhan Yesus yang tampil memukau publik setelah Yohanes ditangkap pun mau menyelamatkan kita orang berdosa. Kita ingat lagi seruan familier Yesus di awal masa puasa saat kita menerima Abu: “Bertobatlah dan percayalah kepada injil”. Sebuah pernyataan akhir Yesus ketika tampil memulai karya penebusan sebagai Mesias, Juru selamat.

Penampilan Yesus dalam injil bukan ingin memukau hati orang melainkan agar orang bertobat. Yesus juga bukan mau membersihkan orang dari kenajisan dan mentahirkan mereka, tapi DIA minta agar hati nurani kita terbuka kepada Allah. Inilah aspek utama penekanan yang diwartakan oleh rasul Petrus. Di saat menghadapi pencobaan dan tantangan, Yesus tetap mengharapkan kita tetap mendengarkan DIA. Lantaran iman kepada-Nya maka kita luput. Sebaliknya mengabaikan DIA bahkan meninggalkan DIA maka kita akan terseret dalam jurang kehancuran. Masihkah kita memiliki kebiasaan baik guna menciptakan suasana hening dalam hidup?

*Salam Seroja, Sehat Rohani dan Jasmani* di Hari Minggu buat semuanya. Jikalau ADA, Bersyukurlah. Jika TIDAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGI LAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹🌹✝️🪷🪷🤝🤝🎁🛍️💰🍇🍇🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral  Kupang

Komentar ANDA?