Besok, Digelar Festival Kopi Flores di Jakarta

0
923
Foto: Kopi Flores (ist)

KUPANG. NTTsatu.com – Untuk mendorong perkembangan kopi Flores dari sisi produksi maupun dari sisi pencitraan, mulai besok 15 September hingga 17 September 2016 akan digelar Festival Kopi Flores 2016 di Bentara Budaya Jakarta.

Festival ini digelar oleh Harian Kompas bekerjasama dengan beberapa pemerintah kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengembangkan kopi sebagai komoditas unggulan, Kompas juga bekerjasama dengan para pedagang, produsen dan pemilik kedai kopi serta beberapa komunitas yang terkait dengan kopi di Jakarta.

Festival Kopi Flores ini ini digelar sebagai kelanjutan dari Jelajah Sepeda Flores-Timor yang diselenggarakan harian Kompas bersama berbagai komunitas sepeda se Indonesia, yang dimulai dari Labuhan Bajo dan berakhir di Atambua, pada 13-23 Agustus lalu.

“Kopi Flores telah menjadi kopi spesial yang bahkan telah dikenal secara internasional. Tapi masih banyak masalah dan kendala yang dihadapi. Cara paling efektif adalah mempertemukan semua stakeholder kopi baik dari Flores maupun para pemain kopi di Jakarta,” ujar Ketua Jelajah Sepeda Flores-Timor, Jannes Eudes Wawa/

Gagasan untuk menggelar festival kopi ini, menurut Jannes, disambut secara positif oleh pemerintah daerah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada dan Flores Timur.

“Gubernur NTT Frans Lebu Raya yang bertemu dengan Kompas akhir Agustus juga menyatakan dukungan dan akan menghadiri festival kopi di Jakarta. Kami berharap ada dialog positif antara para stakeholder kopi di Flores dengan Jakarta, sehingga kopi Flores bisa lebih diperhitungkan sebagai kopi spesial secara nasional maupun internasional,” ujar Jannes.

Materi yang akan tampil dalam festival kopi ini adalah Kopi Flores Manggarai, baik yang robusta maupun arabika.

“Kami dari Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur sudah sepakat bahwa keluar, kami akan bersatu dengan menggunakan brand Kopi Flores Manggarai. Kami bukan hanya siap menghadirkan kopi hasil panen para petani berupa green bead atau biji mentah, tapi kami jua akan membawa biji kopi yang sudah jadi, hasil sangrai para roaster dari Manggarai yang sudah mengantongi predikat juara nasional tahun lalu,” ujar Bupati Manggarai Timur Yosef Tote.

Bupati Manggarai Deno Kamelus juga menyatakan siap menyeleksi para pedagang, produsen dan para pemilik kedai kopi serta petani untuk dihadirkan dalam Festival Kopi Flores, untuk dipertemukan dengan para pemain kopi di Jakarta.

“Ruteng sebagai ibukota Manggarai, boleh dibilang sebagai pusat perdagangan dan industri kopi untuk kawasan barat Flores,” ujar Deno.

Bupati Ngada, Marianus Sae bahkan siap untuk mempresentasikan produksi kopi yang dilakukan, mulai dari tata cara pertanian, pasca panen hingga proses sangrai kopi.

“Para petani di Ngada bahkan sudah bekerja dengan standar tinggi sejak penanaman, pemeliharaan sampai panen kopi. Silakan keliling Ngada, tidak ada petani kopi yang menjemur kopinya di tanah, apalagi di badan jalan seperti yang sering ditemui di daerah-daerah lain. Kami dari Ngada siap mempresentasikan cara kerja kami,” ujarnya.

Pejabat Bupati Flores Timur Emanuel Kara saat menerima kedatangan peserta Jelajah Sepeda Flores-Timor pada 18 Agustus lalu di Larantuka juga menyatakan siap bersanding dengan daerah-daerah lain penghasil kopi Flores.

“Beda dengan daerah lain, kami hanya memproduksi kopi robusta. Sebagai produsen kopi robusta, kami sudah melakukannya sejak zaman Belanda, lewat produk andalan yang kami beri nama Kopi Hokeng,” ujar Emanuel Kara.

Dari Jakarta sendiri, para stakeholder kopi akan dihadirkan dalam festival melalui komunitas Indonesian Latte Art Artist, yang memiliki jejaring kuat di kalangan pemain kopi di Jakarta.

“Kopi Flores sebenarnya termasuk kopi yang banyak penggemarnya di Jakarta. Tapi belum banyak kedai kopi yang menyajikan kopi spesial Flores, Masalah utamanya adalah karena kesulitan mencarinya. Di pasar kopi di Jakarta, tidak banyak yang bermain di kopi Flores, sementara untuk membeli dari Flores juga ternyata tidak mudah. Ada kendala minimum order, ada kendala musim, dan kita tidak tahu standar dan klasifikasinya. Itu sebabnya, lewat pertemuan di festival ini, diharapkan bukan masalahnya terbuka, tapi ada solusinya,” ujar Ardian Maulana, pendiri sekaligus Ketua Indonesian Latte Art Artist.

Di dalam Festival Kopi Flores di Bentara Budaya, selain pameran berbagai produk kopi dari Flores, juga akan digelar beberapa diskusi, lokakarya dan pelatihan serta lomba memproses kopi diantara para barista serta demo sangrai dari roaster di Jakarta. Beberapa kedai kopi serta komunitas juga diundang untuk mengisi pameran, termasuk kalangan industri peralatan kopi.

“Sebagaimana layaknya sebuah festival, maka dalam acara yang digelar 3 hari ini juga akan diisi dengan berbagai penampilan dan hiburan. Untuk hari Jumat, kami akan menyajikan penampilan pemusik blues Gugun and The Blues Shelter. Gaya musiknya pas dengan komunitas kopi yang diharapkan juga akan berkumpul di Bentara Budaya,” ujar Frans Sartono, Direktur Eksekutif Bentara Budaya. (*/bp)

Komentar ANDA?