BMT Gandeng STIKOM Bali Kirim Peserta Magang ke Korea

0
129

DENPASAR. NTTsatu.com – Ketua Asosiasi BMT Syariah Nasional Aries Mufti mengatakan, pihaknya  bekerja sama dengan STIKOM Bali Group untuk mengirim siswa-siswi lulusan SMK TI Bali Global dan SMK TI Indonesia Global maupun alumni Diploma 1 dan Diploma 2 di bawah naungan STIKOM Bali Group guna mengikuti magang kerja ke Korea Selatan.

“Penandatangan MoU akan dilakukan setelah lebaran,” kata Aries Mufti di sela-sela menghadiri RUPS Bank Fajar (STIKOM Bali Group) di restoran Tangi, Denpasar, Senin (6/7/2015) malam.

Disebutkan Asosiasi BMT Nasional telah menandatangani kontrak kerja sama pengiriman lulusan SMK sederajat maupun Diploma 1 dan Diploma 2 dengan pihak Korea Selatan. Bidang kerja yang tersedia di Korea adalah industry, manufacture, IT, kesehatan, pertanian dan perternakan.

“Biaya pemberangkatan nanti bekerja sama dengan Bank Fajar, sehingga tidak membebani biaya di awal kepada anak-anak. Setelah kerja, barulah mereka membayar secara mencicil,” terang Aries Mufti yang mewakili BMT Nasional sebagai salah satu pemegang saham Bank Fajar, selain STIKOM Bali, Muhammadiyah Bali dan Minanul Govar.

Dia menyebut, proses pemberangkatan ke Korea terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah pelatihan di Indonesia yang diselenggarakan oleh BMT dan STIKOM Bali berupa pelatihan bahasa Korea dan pelatihan kepribadian. Setelah itu mereka dikirim ke Korea dan mendapat pelatihan kerja selama enam bulan. Pada bulan ketujuh, barulah mereka mendapat penghasilan. Mereka diberangkatkan ke Korea dengan status visa magang (students  visa)  selama dua tahun.

“Walaupun magang tetapi mereka mendapat penghasilan. Untuk dua tahun pertama mereka dapat USD 1.200 per bulan. Tahun ketiga mereka dapat USD 2.000 per bulan,” kata Aries.

Aries menjabarkan, para peserta magang ini dapat melanjutkan kuliah hingga lulus  D3 di Korea atau ambil S1 selama lima tahun sambil magang. “Jadi mereka bisa tujuh tahun tinggal di Korea. Tetapi ada juga yang hanya dua tahun langsung pulang ke Indonesia.

Persyaratan lainnya, sebelum berangkat calon peserta harus menandatangani kontrak untuk mengembangkan usaha di Indonesia setelah balik dari Korea. “Sehingga kita harapkan dia bisa membuka lapangan kerja dan mengembangkan usaha di Indonesia,” harapnya.

Sementara itu dalam RUPS Bank Fajar (STIKOM Bali Group) salah satu agendanya adalah mengukuhkan H. Isro’i, S.Ag., M.Pd.I dan Edwar Ridwan, S.Ag., M.Kom sebagai dewan pengawas syariah (DPS) yang baru menggantikan H. Hasan Ali, BA dan HM. Taufiq As’adi, S.Ag yang memasuki masa pensiun  (rsn)

Komentar ANDA?