BPOM Kampanyekan “Ayo Sadar Pangan Aman”

0
339
Foto: Wagub NTT memukul gong menandai dibukanya kampanye " ayo sadar pangan aman” yang diselenggarakan oleh BPOM

NTTsatu.com – KUPANG – Keamanan pangan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan sehar-hari. Karena itu kampanye sadar pangan aman harus terus dilakukan.

Keamannan pangan menjadi salah satu fokus pengawasan Badan POM, khususnya pangan jajanan Anak Sekolah berupa pangan siap saji, pangan olahan dengan gizi edar Badan POM.

“Kurangnya sanitasi dan higiene dalam pengolahannya menyebabkan banyak pangan jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat dan dari tahun ke tahun sebagian besar penyebabnya adalah adanya cemaran Mikroba. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, seluruh elemen bangsa harus bersinergi dan berkaloborasi dalam mewujudkan keamanan pangan,” kata Deputi lll Badan POM, Suratmono saat membuka kampanye akbar dengan Thema ” Ayo sadar pangan aman”, di Aula Eltari Kupang, Kamis (27/4).

Suratmono mengatakan, selain tingginya cemaran mikroba, permasalahan keamanan pangan jajanan anak sekolah yang masih sering di temui adalah penggunaan bahan tambahan pangan yang melebihi takaran yang dianjurkan, penyalahgunaan bahan berbahaya dalam pangan, pangan kedaluarsa dan pangan ilegal sehingga sangat berbahaya bagi anak sekolah.

“Sering sekali ditemukan masalah keamanan pangan terutama pangan uang terkontaminasi cemaran fisik, kimia maupun biologi, persentasi pangan jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat yang masih di temui meski jumlahnya cendrung menunjukan penurunan yakni tahun 2009 sebesar 42,64 persen, tahun 2010 sebesar 44,48 persen, tahun 2011 sebesar 35,46 persen, 2012 sebesar 23,89 persen, tahun 2013 sebesar 19,21 persen dan tahun 2014 sebesar 23,82 persen”, katanya.

Sementara Wakil Gubernur NTT, Beny Litelnony mengatakan, kegiatan kampaye ini merupakan langkah strategis yang dilakukann oleh Balai POM Kupang untuk mengawasi seluruh jajanan makanan anak sekolah di NTT.

“Ini meruapakan langkah yang sangat baik sehingga jajanan anak sekolah bebar-benar di awasi dengan baik sehingga jajanan layak di konsumsi,” tegasnya.

Lanjutnya, Jajanan di sekolah haruslah sehat dan jauh dari bahan pengawet berbahaya yang mengganggu kesehatan anak, karena diketahui anak tidak pernah tahu apakah makanan itu sehat atau tidak mereka hanya mengonsumsi sehingga ini merupakan tanggungjawab semua pihak untuk melihat hal ini secara jeli. Apalagi badan yang mengawasi jajanan makanan tersebut harus mengadakan sosialisasi yang baik agar masyarakat mengetahui makan-makanan yang baik dan layak untuk di jual ataupun di konsumsi.

Pihaknya sangat berharap para  Kepala Sekolah harus bisa mendetiksi ciri-ciri makananan yang mengadung pengawet berbahaya yang di jual di kantin sekolah sehingga di cegah secara cepat. (Ambu).

Komentar ANDA?