Bulog Ruteng Siap Bendung Harga Beras di Manggarai dan Matim

0
221

RUTENG. NTTsatu.com – Untuk membendung harga beras di pasaran, Perum Bulog Ruteng   sudah melakukan operasi pasar di Kabupaten Manggarai Timur  (Matim) dan Manggarai. Bolog setempat bekerja sama  dengan Pemerintah Kabupaten untuk mendistribusikan  500 ton beras  dalam operasi pasar  di stiap kecamatan.

Bagi masyarakat yang masih membutuhkan beras murah, pihak Bulog juga masih menyediakan ratusan ton beras murah  untuk dijual di kantor Bulog Ruteng.

Basilius Anus Muruk, kepala Bulog Sub Divre Ruteng di ruang kerjanya,Rabu (16/3) mengatakan, stok beras masih tersedia 400 ton. Beras sebanyak 500 ton sudah dibagikan pada saat  operasi  pasar   di dua Kabupaten. Kabupaten Manggarai dilakukan Dinas  Perindustrian, perdagangan dan Koperasi sedangkan di Manggarai Timur oleh Bagian ekonomi.

“Operasi pasar  masih  berlangsung hingga sekarang, karena penjualan beras dengan harga murah merupakan program dari pusat untuk kelanjutanya. Pihak Bulog Ruteng masih menunggu instruksi dari pusat. Untuk dia kaupaten itu jatahnya seimbang yakni masing-masing kabupaten sebanyak 250 ton,” kata Anus.

Selain itu juga  kata Anus, masyarakat yang tidak mendapatkan beras saat operasi pasar, Perum Bulog Ruteng masih menyediakan sekitar 400 ton. Bagi warga yang berminat, bisa membeli langsung  beras dengan harga Rp. 8.200/kg dan per karung ukuran 50 kg senilai Rp. 410.000.

“Bagi warga yang mebutuhkan beras dengan harga murah  stok masih tersedias di kantor Dolog Ruteng,” katanya.

Untuk mengatasi terjadi pembelian beras dalam jumlah besar, pihaknya membatasi pembelian beras kepada setiap orang dimana satu pembeli   hanya maksimal membeli  sebanyak 50 Kg “Kami tidak akan layani pembeian lebih dari satu karung,” katanya.

Selain itu nama pembeli yang datang ke kantor Bulog  Ruteng juga dicatat oleh pihak dolog agar menghindari seseorang membeli lebih dari satu karung.

“Kalau pembeli dengan nama dan alamat yang sama, kami tidak akan melayaninya. Sehari beras Bulog itu terjual hingga mencapa 5 ton,” katanya.

Pantauan NTTSatu.com di pasar inpres Ruteng harga beras masih pada posisi seperti sebelumnya. Setelah operasi pasar ini, harga beras mulai mengalami penurunan hingga Rp 1000. Sebelum dilakukan operasi pasar, pada bulan januri harga beras mencapai Rp 12.000 dan kini menurun berkisar Rp.10.000 hingga Rp.11.000/kg.

Rata-rata harga Rp.10 ribu merupakan  beras biasa semetara Rp.11 ribu adalah beras Membramo dan Roslin. (mus)

====

Keterangan Foto : Basilus Anus Muruk  Kepala Bulog Sub Divre Ruteng

Komentar ANDA?