Bupati Sikka Anggarkan Iuran Jaminan Kecelakaan dan Kematian Bupati, Wabup dan Anggota DPRD

0
141
Foto: Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera sedang menyampaikan pidato pengantar nota keuangan atas RAPBD TA 2018 di ruang paripurna DPRD Sikka, Selasa (21/11)

NTTsatu.com – MAUMERE– Belanja pegawai pada struktur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Sikka TA 2018 kali ini cukup menarik. Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera menganggarkan iuran jaminan kecelakaan dan kematian untuk Bupati/Wakil Bupati serta Pimpinan dan Anggota DPRD Sikka.

Hal ini terungkap pada Pengantar Nota Keuangan atas RAPBD Kabupaten Sikka TA 2018. Yoseph Ansar Rera menyampaikan pengantar nota keuangan melalui pidato di depan sidang paripurna DPRD Sikka, Selasa (21/11). Sidang itu sendiri dipimpin Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, didampingi Wakil Ketua DPRD Sikka Donatus David.

Dalam nota pengantar tersebut Yoseph Ansar Rera tidak menyebut secara detail berapa besar iuran kecelakaan dan kematian yang dianggarkan untuk para pejabat di Kabupaten Sikka. Rincian iuran yang dimaksud bisa ditemukan pada lampiran RAPBD TA 2018. Media di Kabupaten Sikka sangat sulit mendapatkan dokumen-dikumen penting seperti itu.

Iuran kecelakaan dan kematian ini merupakan salah satu mata anggaran yang terdapat dalam komponen belanja pegawai. Dalam RAPBD TA 2018, Pemkab Sikka merencanakan anggaran belanja pegawai sebesar Rp 497.656.848.000, naik sebesar Rp 12.510.944.310 atau setara 2,58 persen dari target APBD TA 2017 sebesar Rp 485.145.903.690.

Dalam struktur anggaran, belanja pegawai adalah bagian dari komponen belanja tidak langsung. Selain belanja pegawai, belanja tidak langsung mencakupi belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil kepada pemerintahan desa, belanja bantuan keuangan kepada pemerintahan desa, dan belanja tidak terduga.

Belanja tidak langsung yang dianggarkan sebesar Rp 727.547.589.000, naik sebesar Rp 42.868.854.167 atau setara 6,26 persen dari target APBD TA 2017 sebesar Rp 684.680.734.833. Data ini menunjukkkan belanja pegawai menyedot 68,40 persen anggaran belanja tidak langsung, jika dibandingkan dengan belanja-belanja lainnya.

Selain belanja tidak langsung, belanja daerah juga meliputi belanja langsung, yang biasanya berhubungan erat dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah menganggarkan belanja langsung sebesar Rp 483.867.411.000, turun sebesar Rp 38.301.854.167 atau setara 7,34 persen dari target APBD TA 2017 sebesar Rp 522.169.265.167.

Menurunnya anggaran belanja langsung, menurut Yoseph Ansar Rera, karena dipengaruhi oleh pagu dana alokasi khusus (DAK) fisik TA 2018 yang mengalami penurunan sebesar Rp 43.889.855.000.

Pidato Pengantar Nota Keuangan Buapti Sikka akan ditanggapi fraksi-fraksi dalam mekanisme pemandangan umum fraksi. Sesuai rencana, pemandangan umum fraksi akan disampaikan pada Rabu (22/11) malam di Gedung DPRD Sikka Jalan El Tari Kelurahan Kota Uneng Maumere. (vic)

Komentar ANDA?