Cerita Kakak Angkat Minta Bule Bayari Tebusan Angeline Rp 150 juta

0
213

NTTsatu.com – Kematian bocah mungil bernama Angeline hingga saat ini masih menjadi perbincangan publik. Semula, bocah ini dinyatakan hilang dari rumah ibu angkatnya Margriet Christina Megawe pada Sabtu, 16 Mei lalu sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu, dikabarkan Angeline hilang dengan mengenakan daster panjang warna biru muda dan memakai sendal jepit warna kuning dengan rambut diikat.

Oleh kakak angkat Angeline, Yvonne Megawe melakukan pencarian melalui media sosial yaitu melalui twitter, Path dan Facebook. Dari akun twitter @update_bali, Yvonne mengimbau warga agar segera menghubungi nomor yang sudah tertera jika melihat Angelina. Tak hanya melalui Twitter, foto Angeline juga tersebar hingga media sosial Facebook dan Path. Dari sejumlah foto yang dipublikasikan, dihimbau masyarakat yang menemukan Angeline agar menghubungi polisi terdekat atau menghubungi nomor hp 082145200190 atau 085237285850,

Melalui Aktivis dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Siti Sapurah, seorang pria asal Sidney, Australia bernama Chris menerangkan bahwa awal mulanya kenal Yvonne melalui media sosial fan page di Facebook dengan topik Find Angeline-Bali’s Missing Child. Pria itu Australia itu kemudian menghubungi Yvonne dan bersedia membantu mencari dan melakukan penggalangan dana.

Chrish mengaku saat itu, Yvonne terus menghubunginya. Kepada Chris, anak pertama Margriet itu menyebut jika dia dihubungi oleh seseorang yang berada di Banyuwangi.

Menurut Chrish, sebagaimana disampaikan Siti, Yvonne sudah menghubunginya melalui telepon dan SMS sekitar 20 kali. SMS yang dikirim Yvonne isinya antara lain meminta uang yang katanya untuk tebusan Angeline. Besaran permintaannya bahkan sampai sebesar Rp 150 juta.

“Katanya Angeline dibawa ke sana dan penculiknya minta tebusan Rp 150 juta. Tolong ditransfer,” terang Siti di Bali, Sabtu (4/7).

Lanjut Siti, saat itu Yvonne kembali menghubungi Chris perihal keberadaan Angeline. Kala itu, Yvonne merengek ke Chris dengan mengatakan kalau penculiknya sudah turun harga dan hanya minta tebusan Rp 40 juta.

“Tapi semua uang itu tidak ditransfer, karena dia (Chris) curiga dengan gelagat Yvonne,” bebernya lagi.

Merasa ada yang mencurigakan dari sikap Yvonne, Chris mulai menduga bahwa hilangnya Angeline telah dibisniskan untuk mendapatkan uang. Hingga Chrish meminta seorang rekan yang berada di Denpasar untuk datang ke rumah Angeline di Jalan Sedap Malam Nomor 26 Denpasar. Dari sana pula dia berkeyakinan jika Yvonne hanya modus meminta uang atas kehilangan Angeline.

Adapun alasan yang mendorong Chris terpanggil membantu Yvonne yaitu karena Chris memiliki anak kecil berusia 3 tahun. Dia iba merasakan kepedihan yang dialami Yvonne.

Hingga saat ini, Chrish rencananya akan menjadi saksi dalam kasus pembunuhan Angeline.Dia bersedia membeberkan cerita awal Yvonne minta tebusan uang atas kehilangan Angeine. (sumber merdekak.com)

Komentar ANDA?