Cinta Akan Rumahmu Menghanguskan AKU

0
408

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu Pekan III Prapaska, 03 Maret 2024*. Bacaan. Kel 20: 1-17 dan 1Kor 1: 22-25 dan Ijil  Yoh 2: 13-35.

Membangun kota yang indah sejatinya bukanlah budaya orang Yahudi, melainkan orang Romawi yang ketika itu menguasai hampir seluruh jazirah timur tengah. Orang Yahudi justru tinggal jauh dari kota. Kenisah Yerusalem atau Bait Allah itu adalah jantung hidup bagi orang Yahudi yang dibangun oleh Raja Salamo dan kemudian dilengkapi lagi dengan berbagai fasilitas dan ornamen di masa raja Herodes berkuasa.

Pada tahun 70M segala kebanggaan Kenisah itu hancur oleh Titus jendral Romawi. Praktis Israel mulai saat itu dijajah orang asing. Dinding barat tempat berdoa adalah bagian paling suci. Inilah sisa puing serambi barat yang dibangun Herodes guna mengelilingi Kenisah. Saat ini menjadi tempat doa orang Yahudi yang disebut Tembok Ratapan. Di atasnya kini berdiri masjid Al Aqsa setelah sultan Solahudin ambil alih tahun 1187.

Kemarahan Yesus mencapai puncak dalam narasi injil hari ini. Sebab orang Yahudi mengotori tempat ibadah sama seperti pasar. Orang bebas melakukan trans aksi, jual beli berbagai kebutuhan untuk persembahan. Olehnya Yesus mengusir keluar para penjual kambing, domba dan lembu. Uang para penukar dihamburkan-Nya. Meja-meja jualan dijungkir balikan-Nya. Sebab jika Bait Allah adalah simbol identitas diri dan dinajiskan berarti mereka pun menajiskan dirinya sendiri. Dari sebab itu Yesus katakan: jangan kamu jadikan rumah Bapa-Ku sarang penyamun.

Yesus merasa bahwa penghinaan terhadap Bait Allah adalah penghinaan terhadap diri-Nya. Karena DIA identikkan diri dengan Bait Allah yakni tubuh-Nya sendiri. DIA menjadi kepala gereja dan kitalah anggota-Nya. Atas tindakan Yesus, orang Yahudi tidak menerima baik, bahkan mempersoalkan apa peran Yesus di Bait Allah?. Yesus jawab: rombak Bait Allah ini maka AKU akan bangun lagi selama tiga hari. Mereka tak mengerti bahwa DIAlah Anak Allah, yang akan dibunuh para lawan, tapi akan bangkit pada hari ketiga.

Kata rasul Paulus kepada orang Korintus tadi: orang Yahudi menuntut tanda, orang Yunani mencari hikmat, tapi “kami memberitakan Yesus Kristus yang tersalib”. Memang gedung gereja kita pada saat ini dibangun begitu megah menjulang tinggi. Di bagian dalamnya terkesan mewah dengan segala macam asesoris serta di bagian luar dindingnya terlihat indah lagi menawan. Letaknya juga di mana-mana terlihat strategis.

Biarpun tampak gereja demikian, tapi tetaplah dia gedung mati, tak bernyawa, tapi menjadi suatu simbol kehadiran Tuhan. Lebih dari pada itu Tuhan diam di dalam diri kita batu-batu yang hidup yang tersusun menjadi sebuah Gereja yang hidup. Di dalamnya ada begitu banyak tipe manusianya. Baik yang membanggakan maupun mengecewakan karena perilaku yang buruk, tetapi semua itu menjadi simbol pribadi kita umat-Nya.

Kita coba cermati kembali Dekalog, 10 hukum Allah yang sudah dibarui Yesus dengan Hukum Cinta Kasih. Apakah gereja yang kita banggakan kemegahannya itu, selalu kita berikan waktu untuk mengingat karya agung Allah yang telah menuntun segala pergumulan hidup kita selama enam hari bekerja? Jika kita tahu kewajiban kita terhadap Allah maka kita juga akan mengindahkan hak kepada sesama dengan baik. Tahu menghormati sesama serta menjauhkan segala perilaku jahat dan tak terpuji. Apakah penghayatan hidup kita telah sejalan dengan hukum kasih?

*Salam Seroja, Sehat Rohani dan Jasmani* di Hari Minggu buat semuanya. Jikalau ADA, Bersyukurlah. Jika TIDAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGI LAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹🌹✝️🪷🪷🤝🤝🎁🛍️💰🍇🍇🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?