CITA SANG PEZIARAH SEMESTA

0
170

CITA SANG PEZIARAH SEMESTA

Oleh: Thomas Tokan Pureklolon ( Dosen Ilmu Politik FISIP, Universitas Pelita Harapan ).

“SEMARAK TAMAN
JAUH MENJANGKAU AWAN
TERUS MENEMBUS LANGIT
WALAU HANYA BUTIRAN DEBU
SOSOK SEBUAH NAMA
PALING BERKESAN DI MATA DUNIA.

PANORAMA INDAH
MENGABDI BAGI PERTIWI
SEGUDANG ILMU JADI TERBUKA
DALAM KATA NAN LATA
INDAH DALAM POLESAN CITA
JADI MOSAIK PENUH NILAI.

JENDELA KALBU JADI TABIR
TERHEMPAS LUAS DALAM BUNGKAM
NUN JAUH DARI PELUPUK MATA
TAMPAK KUAT WALAU SAMAR
JADI NILAI PENUH TUJUAN.

SANG PEZIARAH SEMESTA
JADI PENGEMBARA TAK ADA HENTI
KETIKA REMBULAN MENYOROTKAN CAHAYA NAN MOLEK
MENEMBUS AWAN MENJANGKAU LANGIT
DALAM CENGKRAMAN SANG ANAK DOMBA.

MEKAR DAN KEKAR
TETAP BERTARUNG BERSAMA ALAM
KODRAT HIDUP TAK PERNAH BERALIH
DALAM MEKANISME JAGAD
ALAM RAYA JADI SAKSI BISU
DALAM POLESAN CAHAYA REMBULAN
MENGANGKASA DI LANGIT BIRU TAMPA AWAN.
LUAS.

CITA RASA TERLEBUR DALAM KISAH
TANGIS ANAK DESA NUN JAUH DARI TIMUR
MENGANGKASA DENGAN LILIN DI TANGAN
SEMESTA TERSAPA DALAM CITA DAN CINTA

BERBAGI DAN TERUS BERBAGI
ILMU CITA DALAM BENDUNGAN BERMAKNA
NILAI CITA MENGALIR DALAM APUNGAN OMBAK
MEMECAH DI HILIR DAN TERUS BERLABUH DI TEPIAN AKAL.
JADI SAKSI SEJARAH
NAN INDAH
MOLEK
DAN SERASI
TERUS MERAIH CAKRAWALA LUAS
HINGGA HARINYA NANTI.”

Jakarta, 22 Januari 2023.

( Thomas Tokan Pureklolon )

Komentar ANDA?