Covid-19 Buat Orang Miskin di Ende Bertambah 1.770 Orang

0
694

NTTsatu.com — ENDE — Badan Pusat Statistik (BPS) Ende menyatakan, pada Maret 2020 terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin sebanyak 1,77 ribu orang dibandingkan Maret Tahun 2019. Dengan demikian, jumlah penduduk miskin di Ende saat ini tercatat sebanyak 65,22 ribu orang.

Demikian disampaikan Kepala BPS Kabupaten Ende Ir Paulus Puru Bebe ketika di konfirmasi di ruangan kerja Rabu 25/2/2021 . Paulus juga menjelaskan, peningkatan jumlah penduduk miskin disebabkan oleh kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Pasalnya, aktivitas perekonomian menjadi terganggu dan memengaruhi pendapatan penduduk. “Penduduk miskin naik 1,77 ribu terhadap Maret 2019,” ujar Paulus.

Dampak Covid-19, Penduduk Miskin Naik Jadi 65,22 ribu orang secara persentase, penduduk miskin pada Maret 2020 tercatat sebesar 23,76 persen meningkat 0,22 poin persentase terhadap maret 2019 sebesar 23,18 persen. kondisi pandemi ini mempengaruhi seluruh lapisan masyarakat. Namun demikian, dampak yang lebih dalam paling dirasakan oleh masyarakat lapisan bawah.

Berdasarkan hasil survei sosial Sosial Ekonomi Nasional BPS, kelompok masyarakat lapisan bawah atau berpendapatan rendah, 70 persen mengaku mengalami penurunan pendapatan. Sementara untuk masyarakat berpendapatan tinggi, yakni di sebanyak 30 persen mengaku pendapatannya berkurang selama pandemi.

“Pandemi Covid-19 ini menghantam seluruh lapisan masyarakat dan dampaknya terasa lebih dalam ke masyarakat lapisan bawah,” kata Paulus. .
Penyebab Naiknya Jumlah Penduduk Miskin beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan angka kemiskinan pada periode Maret 2019 hingga Maret 2020, secara nasional harga eceran beberapa komoditas pokok mengalami kenaikan, antara lain beras (1,78 persen), daging ayam ras (5,53 persen), minyak goreng (7,06 persen), gula pasir (13,35 persen), dan telur ayam ras (11,10 persen).

Meski rata-rata pengeluaran per kapita pada periode September 2019–Maret 2020 mengalami peningkatan sebesar 1,67 persen namun peningkatannya lebih rendah dibandingkan pertumbuhan garis kemiskinan yang sebesar 3,20 persen.

Selain itu, pada Maret 2019, Susenas BPS menunjukkan penduduk hampir miskin yang bekerja di sektor informal mencapai 4.125 orang “Kelompok ini merupakan kelompok penduduk yang rentan terhadap kemiskinan dan paling terdampak dengan adanya pandemi Covid-19,” ujar Paulus.

Pada periode maret 2019 sampai dengan maret 2020, garis kemiskinan Kabupaten Ende naik Rp 29.083 per kapita per bulan atau meningkat sebesar 8,00 persen, yaitu dari Rp 363.508 per kapita per bulan pada 2019 menjadi Rp 392.591 per kapita per bulan pada 2020.

Menurutnya, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) pada 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,22 poin menjadi 4,54 dibanding 2019 yang sebesar 4,32. Ia menjelaskan indeks kedalaman kemiskinan merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan, sehingga semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan.

“Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami kenaikan yakni sebesar 0,08 poin menjadi 1,19 dibanding 2019 yang sebesar 1,11,” ujarnya  (ino)

Komentar ANDA?