Dalam Sehari, Tiga Perempuan Diserang Orang Tak Dikenal

0
137

NTTsatu.com – Dua orang pelajar dan satu mahasiswa di Yogyakarta menjadi korban aksi pembacokan oleh orang tak dikenal, Senin (25/4/2016).

Tiga orang yang menjadi korban penyerangan ini semuanya perempuan dan terjadi di tempat berbeda. Ketiganya juga harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka di lengan.

Kapolsek Kotagede Kompol Suparman menceritakan, peristiwa pertama terjadi di Jalan Nyi Pembayun Kotagede. Saat itu, NR (12) pulang sekolah dengan menggunakan sepeda, sesampainya di Jalan Nyi Pembayun, ia didekati oleh dua orang menggunakan sepeda motor.

“Kejadiannya siang hari, mendekati lalu melukai lengan kanan korban. Mereka langsung kabur,” ujar Kompol Suparman, Senin (25/4/2016).

Suparman mengungkapkan, pelaku melukai lengan korban dengan pisau cutter.

“Pelaku diperkirakan tiga orang. Korban langsung dibawa ke RS Hidayatullah untuk mendapat perawatan,” jelasnya.

Peristiwa serupa juga terjadi di daerah Prenggan, Kotagede, Yogyakarta. Sama halnya dengan NR, korban KI (16) yang masih tercatat sebagai pelajar di salah satu SMK juga diserang oleh orang tak dikenal saat pulang sekolah.

“Saat pulang, korban dipepet. Lalu tangan kanan korban dilukai oleh pelaku,” urainya.

Akibat kejadian itu, KI juga harus dirawat di RS Hidayatullah karena luka di tangan kanannya.

Terkait aksi penyerangan oleh orang tak dikenal tersebut, pihak kepolisian sampai saat ini masih melakukan penyelidikan guna menangkap pelaku.

Beberapa saksi telah dimintai keterangan, termasuk meminta rekaman CCTV yang terpasang di TKP.

“Apakah ada kaitannya antara keduanya, kami masih dalami,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Umbulharjo Kompol Tri Adi Hari menjelaskan, penyerangan dengan modus yang sama juga terjadi di sekitar Jalan Janturan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

“Didekati, lalu pelaku melukai lengan korban,” ujarnya.

Korban atas nama Neli (18) yang berstatus sebagai mahasiswi. Korban mengalami luka di lengan sepanjang sekitar 10 cm.

“Korban dibawa ke RS Hidayatullah. Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya. (komas.com)

=====

Foto: Ilustrasi

Komentar ANDA?