Dana BST Covid-19 Rp105 M Mengendap di Kantor BKD NTT

0
1543
NTTsatu.com — KUPANG — Dana Bantuan Sosial Tunai ( BST) senilai Rp 105 miliar yang dialokasikan melalui dana APBD I Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bagi warga terdampak Covid -19 hingga kini masih mengendap di Badan Keuangan Daerah ( BKD) NTT 

“Dananya belum kami salurkan, karena masih menunggu data dari kabupaten/kota untuk penyalurannya,” kata Kepala BKD NTT, Zakarias Moruk saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD NTT, Selasa, 9 Juni 2020.

Dalam RDP itu, DPRD NTT mendesak agar dana tersebut segera disalurkan ke kabupaten/kota guma membantu masyarakat yang terdampak covid-19.

Menurut Zakarias, ada beberapa skenario yang akan dilakukan, jika data penerima BST belum juga diterima. Salah satunya yakni mengirim dana tersebut ke kabupaten/kota untuk segera disalurkan ke masyarakat.

“Jika dibagi ke 22 kabupaten/kota, maka per kabupaten mendapat sekitar Rp4 miliar untuk BST,” katanya.

Selain bantuan BST, jelas dia, ada juga bantuan dari pemerintah pusat untuk penanganan covid bagi 236 kepala keluarga (KK). Sehingga harus dicocokan agar tidak terjadi pendobelan penerima dana itu.

“Dari pusat ada bantuan PKH, dana desa dan non tunai,” katanya.

Dia mengaku sejauh ini baru 11 kabupaten yang memasukan data penerima BST ke Dinas Sosial NTT. “Jadi kami segera salurkan dana itu ke 11 kabupaten yang telah masukan data itu,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD NTT, Kristiana Siena Jimor mendesak pemerintah untuk segera menyalurkan dana tersebut, karena sudah terlambat selama tiga bulan. “Apakah tunggu masyarakat mati lapar baru disalurkan,” tegasnya.

Alasan pemerintah belum adanya data dari kabupaten/kota, kata dia, merupakan alasan klise. Pemerintah jangan mengendapkan dana itu. “Mereka yang lamban menyalurkan dana itu, tapi alasannya selalu data,” katanya.

Diketahui Pemerintah Provinsin NTT mengalokasikan dana sebesar Rp810 miliar untuk penanganan covid-19 di NTT, dengan rincian BST sebesar Rp105 miliar, pemberdayaan ekonomi Rp605 miliar dan Bidang kesehatan sebesar Rp100 miliar. (*/bp)

Komentar ANDA?