Demi NTT yang Damai, Garbi NTT Legowo Batalkan Kegiatan Besok

0
484

NTTsatu.com – KUPANG – Setelah mendiskusikan secara mendalam arus pro kontra kegiatan yang akan digelar Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) besok, Kamis, 18 Oktober 2018 maka kegiatan yang menghadirkan Fahri Hamza sebagai pembicara utama itu dibatalkan.

Ketua panitia kegiatan Orasi Kebangsaan dan deklarasi GARBI NTT, Azis Lamadike menjelaskan saat jumpa pers, Rabu (17/8/2018), mereka telah melakukan boking dan membayar uang muka di Hotel Sotis Kupang sebagai tempat kegiatan.

“Kami sudah boking hotel tanggal 10 Oktober 2018 lalu dan sedang mempersiapkan laporan pemberitahuan ke Polda NTT yang seharusnya kami antar ke Polda NTT, Senin, 14/10/2018 namun karena pro kontra begitu keras maka kami mencoba berdiskusi dan akhirnya membatalkan acara itu,” kata Aziz.

Kemudian dalam rilis yang disiapkan GARBI NTT yang ditandatangani Ketua Garbi NTT, Abd Kadir Mau mereka menjelaskan sejumlah pendasaran hingga keputusan pembatalan dimaksud.

Dalam rilis itu ditulis, Gerakan GARBI adalah gerakan pemikiran. Gerakan yang memimpikan, mencinta-citakan agar bangsa besar bernama
Indonesia ini bisa menjadi kekuatan lima besar dunia. Dengan tagline khusus GARBI yakni Religius, demokrasi dan Kebangsaan.

Mimpi besar itu dimulai dengan penyadaran kepada seluruh anak bangsa untuk membangun tradisi msmbaca dan diskusi terus menerus sehingga terbentuknya gagasan dan narasi dengan melakukan lompatan pemikiran demi kejayaan, kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

Cita-cita tersebut bisa diwujudkan dan bukan otopia, karena sebagai bangsa kita memiliki syarat-syarat tersebut.Dari sumber daya dan jumlah penduduk kita sudah masuk lima besar dunia tinggal meningkatkan keunggulan kompetitif di bidang ekonomi, teknologi dan militer, maka NKRI bisa menjadi lima besar kekuatan dunia.

Untuk terus mengembangkan demokrasi, GARBI NTT berusaha konsisten mengembangkan semangat diakusi dan musyawarah , menghimpun berbagai pemikiran dengan seluruh elemen masyarakat sehingg tercipta suasana harmonis dan kondusif demi tumbuh kembangnga keberanian seluruh warga negara untuk mengeluarkan ide, gagasan dan wacana bagi perbaikan bangsa.

Rencana GARBI menghadirkan Fahri Hamza dalam dialog dan orasi kebangsaan disemangati kesadaran bahw di era demokratisasi semua elemen bangsa bebas mengeluarkan pendapat dan pikirannya yang dijamin oleh Undang-udang demi perbaikan bangsa dan negara.

Acara ini didesain murni dengan pemikiran, tidak ada agenda politik apapun meski pembicara utama adalah politisi.Karena itu rencana awal mengundang seluruh pimpinan Ormas, OKP Lokal maupun nasional dan BEM se-Kota Kupang bahkan menyebarkan informasi di media sosial dengan harapan dapat terjadi ruang diskusi dan dialog yang konstruktif demi mengembangkan demokrasi di NTT.

Fahmi Hamza adalah tokoh nasional, Wakil Ketua DPR RI yang sering mengeluarkan ide-ide berani bahkan berbeda dengan masyarakat umumnya. Pemikiran dan gagasannya pasti tidak berjalan sendirian namun dilatarbelakangi oleh pengetahuan yang luas dan pengalaman sebagai politisi parlemen yang vokal.

Selain itu dia sering mengkritisi lembaga-lembaga semi negara seperti KPK dan itulah yang menyebabkan dia dekat dengan lembaga inti seperti Polisi, TNI, BIN dan gubernur NTT saat ini, Viktor Laiskodat sejak menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009.

Menyadari bahwa rencana tersebut dalam beberapa hari ini telah menimbulkan kontroversi pro dan kontra, timbulnya kesalah-pahaman dengan rencana menghadirkan Fahri Hamza sebagai pembicara serta masukan dari berbagai pihak dan demi menjaga stabilitas di tahun politik maka demi menjaga keutuhan dan semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat NTT, panitia dan seluruh pengurus GARBI NTT sepakat membatalkan kedatangan dimaksud. (bp)

=========

Foto: Jajaran pengurus Garbi NTT ketika memberikan keterangan pers di Kupang, Rabu, 17 Oktober 2018

 

Komentar ANDA?