Demo Mahasiswa Papua di Kupang Ricuh, Dipukul Ormas-Ditangkap Polisi

0
288

NTTSATU.COM — KUPANG — Aksi unjuk rasa mahasiswa Papua di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berujung ricuh. Puluhan mahasiswa dipukul massa dari salah satu ormas, lalu mereka ditangkap polisi.

Adapun aksi demo mahasiswa Papua ini berlangsung di Jalan Piet A Tallo, Jumat (1/12/2023). Mereka berunjuk rasa di sana dalam rangka memperingati hari deklarasi kemerdekaan Papua Barat.

Saat tengah berunjuk rasa, para mahasiswa didatangi sekelompok massa ormas Garda Flobamora dan Garuda. Mereka disuruh berhenti berorasi. Kericuhan pun terjadi hingga mereka diamankan ke kantor polisi.

“Kami sementara di Polresta. Kami dibubarpaksakan dan dipukul oleh ormas Garuda,” ujar koordinator massa aksi, Yeri Wali.

Yeri menjelaskan penangkapan itu berawal saat dua orang yang dicurigai sebagai intel datang menggunakan mobil warna putih untuk melakukan pemantauan sekitar pukul 09.07 Wita.

Selanjutnya pada pukul 09.15 Wita, sekitar 50 orang dari ormas Garuda mendatangi massa aksi sembari marah-marah, perdebatan dan berujung pemukulan secara membabi buta hingga mengakibatkan baju dari sejumlah massa aksi disobek paksa.

Selain itu, ada seorang massa aksi bernama Ririn dipukul hingga pingsan. Massa aksi lainnya, Jek, juga mendapat pukulan di bagian bibirnya hingga pecah. Mereka kemudian diangkut ke Mapolresta Kupang Kota.

“Saat ini, kami semua mendapat luka-luka dan banyak benjol di bagian kepala, muka dan bibir,” ungkap Yerri.

Kasi Humas Polresta Kupang Kota Aipda Florensi Ibrahim Lapuisaly membenarkan penangkapan tersebut. Namun dia menyarankan agar langsung ke Mapolresta Kupang Kota.

“Memang ada informasi (penangkapan) tapi saya tidak tahu berapa banyak yang diamankan. Karena saya dengan Pak Kapolresta masih ada kegiatan Jumat Curhat di Kelurahan Oepura,” katanya.

Pantauan media ini di Mapolresta Kupang Kota massa aksi belum dibebaskan. Sementara massa dari ormas Garuda Kupang sudah membubarkan diri pada pukul 10.40 Wita. Belum ada pernyataan resmi dari ormas Garuda soal kericuhan itu. (db/nttsatu)

Komentar ANDA?