Desak Tangkap Bandar Judi PMKRI Kembali Demo Polres Sikka

0
470

NTTsatu.com -MAUMERE – Puluhan aktivis mahasiswa PMKRI cabang Maumere kembali mendatangi Polres Sikka meminta Kapolres Sikka menangkap bandar judi RT yang selama ini bebas berkeliaran.

“Polres Sikka hanya berani menangkap pengepul-pengepul kecil saja.Bandar judi RT yang sudah disebut pengepul WW malah tidak ditangkap,” sebut Alvin A.Kaha pengurus PMKRI cabang Maumere,Selasa (18/12/2018).

Dikatakan Alvin,saat demo kemarin,Senin (17/12/2018) kapolres Sikka tidak berdialog dengan altivis PMKRI.Makanya kami meminta agar kapolres Sikka memberantas perjudian di Nian Tana.

“Tadi kami minta waktu 10 menit untuk berdialog dnegan kapolres Sikka tetapi dirinya tidak mau ketemu dengan kami.Kami hanya melkukan aksi di depan pintu gerbang dan jalan depan Mapolres Sikka saja.” Tuturnya.

Benediktus Rani, ketua demisioner PMKRI cabang Maumere saat orasi menyampaikan, PMKRI datang ke Polres Sikka untuk menuntut agar pihak kepolisian segera menangkap bandar judi berinisial RT yang namanya telah disebut WW pengepul yang telah ditangkap.

“Kami hanya minta waktu sebentara saja untuk berdialog dnegan kapolres.Kami datang membawa ide,gagasan serta data guna mendukung kapolres Sikka.Kalau tidak diterima,ini ada apa?.Kalau Kapolres tidak mau berdialog,pantaskan dirinya dipanggil kapolres?,” sebutnya.

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani ketua Ad Hock Wae Yohanes, ketua mandataris Marianus Fernandez serta ketua demisioner Benediktus Rani, PMKRI cabang Maumere kembali mendesak kapolres Sikka menangkap bandar-bandar judi di kabupaten Sikka.
PMKRI Maumere juga mengapresiasi semangat Polres Sikka dalam memerangi kasus perjudia yang tumbuh subur di kabupaten Sikka.Namun semangat ini bagi PMKRI hanya kesia-siaan karena penangkapan pengepul yang selama ini dilakukan tidak menghentikan praktek judi di Sikka.

“Penangkapan malah membuat para penjudi semakin menjadi-jadi. Oleh karena itu, salah satu bentuk komitmen dari lembaga kepolisian adalah mencabut akar perjudian ini.Dan akar yang dimaksud adalah para bandar judi,” sebut PMKRI Maumere.

PMKRI Maumere juga dalam rilisnya menduga Polres Sikka sebagai lembaga yang mem back up perjudian yang terjadi di kabupaten Sikka.PMKRI juga mendesak Polres Sikka untuk menangkap bandar judi RT dalam waktu 1X24 jam dari hari ini dan jangan tebang pilih.

“Jika Polres Sikka tidak mampu melakukannya maka PMKRI Maumere akan melakukan aksi lanjutan dan akan bersurat kepada Kapolri dan Kompolnas untuk mencopot kapolres Sikka karena terkesan masa bodoh dalam proses penangkapan bandar-bandar judi di kabupaten Sikka,” tegas PMKRI.

Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang,SIK mengatakan,aksi yang dilakukan PMKRI Maumere tidak ada pemberitahuan mengenai siapa saja yang mau bertemu, mau orasi, yang mau ketemu siapa saja yang mewakili.

“Surat pemberitahuan mengenai aksi demo ini baru tadi subuh sekitar jam 00.30 WITA disampaikan dan saya juga sampai sekarang belum mendapatkan pemberitahuannya. Suratnya saja belum ada sama saya,” ujarnya.

Kapolres pun menambahkan,pihaknya sedang mengumpulkan alat bukti dari tersangka yang sudah ditahan.Kalau bisa mengarah kepada RT maka pihaknya akan menangkapnya.

“Saya harus mendapatkan bukti saat lagi bermain dan saat setor.Saat ini modus baru lagi.Mereka setor pas lagi libur duitnya saja yang disetor, rekapannya saat hari kerja,” ujarnya.

Makanya kata kapolres Sikka,dirinya meminta agar aparatnya melakukan penangkapan setiap hari.Kalau setiap hari pasti ada yang nyangkut bandarnya sebab operasi ini berlangsung setiap hari.

Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Heffi Dwi Irawan menambahkan, RT sudah diberikan surat panggilan sebagai saksi untuk diperiksa hari Senin kemarin namun tidak datang.

“Kami akan mengeluarkan panggilan kedua untuk RT agar bisa dimintai keterangan sebagai saksi.Sudah ada 3 berkas yang kami limpahkan agar bisa segera diproses kasusnya,” sebutnya. (ebd)

=========

Foto: Aktivis mahasiswa PMKRI cabang Maumere saat melakukan demo hari kedua ke Polres Sikka. (Foto : Ebed de Rosary)

Komentar ANDA?