Di Kampung Bupati Sikka, Korban Bencana Tidur di Toilet

0
373

NTTsatu.com- MAUMERE– Rumah milik Antonius Lion sudah tidak nyaman. Atap rumah terbang akibat angin kencang yang menghantam wilayah Desa Detubinga Kecamatan Tanawawo, Sabtu (27/1). Desa ini merupakan kampung Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera. Antonius Lion pun terpaksa tidur di toilet.
Laki-laki tua renta ini tinggal bersama istri dan dua orang cucunya. Rumahnya berada di Dusun Seranulu, satu dari tiga dusun yang ada di Desa Detubinga. Letak rumahnya berada di ketinggian, sehingga menjadi sasaran empuk angin kencang.
Saat ditemui di rumahnya, Selasa (30/1), Antonius Lion menceritakan angin kencang di wilayah itu sekitar pukul 17.00 Wita. Hantaman angin kencang mengangkat atap rumah yang terbuat dari seng, melewati bangunan rumah miliknya, dan terjatuh di tanah kosong di samping rumah. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini.
Praktis rumah Antonius Lion pun langsung beratapkan langit. Dia bersama istri dan kedua cucunya tidak bisa lagi menempati rumah. Apalagi saat itu Detubinga terus diguyur hujan. Kuatir kondisinya makin parah, Antonius Lion akhirnya berinisiatif mengamankan diri di toilet.
“Angin kencang sampai atap rumah saya terangkat. Terus waktu itu hujan. Kami tidak bisa buat apa-apa lagi. Terpaksa malam itu kami tidur di kakus (tolilet),” cerita Antonius Lion kepada tiga wartawan yang melakukan peliputan di Desa Detubinga.
Antonius Lion kemudian menunjuk bekas atap rumah yang terangkat akibat angin kencang. Atap rumah itu terlempar kurang lebih 10 meter dari rumah. Dia pun tanpa segan-segan menunjuk dua toilet yang malam itu dijadikan tempat tidur sementara.
Ketika berada di rumah Antonius Lion, saat itu hadir juga Kepala Desa Detubinga Donatus Jago dan beberapa staf kantor desa, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sikka Avelinus Yuvensius, serta sejumlah warga masyarakat sekitar.
Antonius Lion meminta perhatian pemerintah untuk segera menyalurkan bantuan. Dia berharap pemerintah membantu bahan-bahan seperti seng, paku, kayu, dan lain-lain, sehingga dia bisa kembali membetulkan atap rumah untuk dipasang pada kuda-kuda rumah.
Dari hasil pantauan yang dilakukan BPBD Sikka bersama sejumlah wartawan, tercatat beberapa rumah penduduk dan fasilitas umum di Desa Detubinga yang mengalami kerusakan akibat angin kencang. Avelinus Yuvensius menyebutkan sesuai informasi dari aparat pemerintah desa setempat, pihaknya telah mendata 4 rumah yang mengalami rusak berat dan 14 rumah yang rusak ringan.
Kepala Desa Detubinga Donatus Jago menjelaskan pasca angin kencanag yang lemanda wilayahnya, dia bersama aparat desa telah melakukan pemantauan ke seluruh wilayah desa. Dari tiga dusun yang ada di desa itu, dia belum sempat memantau Dusun Wolomage karena wilayah itu sulit ditembusi kendaraan bermotor.
Di Dusun Nuaria, sejumlah warga sedang membantu mengerjakan rumah yang rusak. Tidak jaiuh dari tempat itu, persis di sebelah gereja yang sedang dibangun, tampak bangunan PAUD Kusuma Karmel yang rusak berat. Bangunan itu sudah tidak beratap lagi. Yayasan Santa Maria Karmel terpaksa meliburkan 35 anak yang belajar di PAUD tersebut. Belum diketahui kapan anak-anak PAUD dapat kembali menjalankan aktifitas belajar. (vic)

Komentar ANDA?